MALANG | SURYA INDONESIA || — Program sedekah jariyah berupa pembangunan sumur bor di Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlotul Masyhuri, Desa Tlogosari, Tugusari, Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, resmi diresmikan pada Rabu (14/01/2026).
Peresmian tersebut menjadi momentum penuh syukur yang dihadiri para donatur, perwakilan KESBANGPOL Kabupaten Malang yang mewakili Bupati, Camat, Kepala Desa, GWN, tokoh masyarakat, warga sekitar, para pemangku kepentingan pesantren, serta puluhan santri.
Kegiatan peresmian berlangsung khidmat dan semarak dengan rangkaian penampilan seni dari para santri Ponpes Roudlotul Masyhuri.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars pondok pesantren, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta sambutan dari sejumlah pihak.
Program sedekah jariyah ini didukung oleh beberapa Lembaga Amil Zakat, di antaranya LAZISKHU Malang, YASA Malang, dan MENARA Malang, serta digagas oleh SAHDHU (Sahabat Dhuafa) Foundation yang dikenal aktif merangkul berbagai pihak dalam aksi-aksi kemanusiaan.
Pimpinan Ponpes Roudlotul Masyhuri, KH. Masyhuri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pesantren yang berdiri sejak tahun 2005 tersebut kini memiliki lebih dari 200 santri, baik mukim maupun nonmukim.
Selama ini, kebutuhan air bersih pesantren bergantung pada pasokan dari sumber air yang berjarak sekitar enam kilometer melalui sistem pipanisasi.
“Kondisi ini tentu cukup riskan. Jika terjadi kendala, pasokan air bersih bisa terlambat, padahal air merupakan kebutuhan primer bagi pesantren dan santri,” ujar KH. Masyhuri.
Ia menegaskan bahwa hadirnya sumur bor dengan kedalaman 57 meter ini menjadi solusi jangka panjang bagi ketersediaan air bersih. Berdasarkan hasil pantauan, kualitas air yang dihasilkan sangat baik.
“Alhamdulillah, saat ini kami tidak lagi kesulitan air. Terima kasih kepada para donatur dan semua pihak. Insya Allah kelak kita dipertemukan kembali di surga, aamiin,” tuturnya.
Sambutan juga disampaikan oleh Kepala Desa, Camat, serta perwakilan KESBANGPOL yang pada intinya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh donatur dan lembaga yang terlibat, termasuk RUMAT Indonesia, LAZISKHU, YASA, MENARA, Istana Ikan, dan SAHDHU.
Mereka berharap sinergi kebaikan ini dapat terus berlanjut, tidak hanya dalam pemenuhan air bersih, tetapi juga pada program sosial lainnya seperti beasantri dan peningkatan kesejahteraan para asatidz.
Peresmian ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan penampilan seni santri, pemotongan pita, serta pembukaan kran air sebagai tanda sumur bor resmi digunakan.
Acara diakhiri dengan foto bersama dan kegiatan istirahat, salat, serta makan bersama (ISHOMA).
Program sedekah jariyah sumur bor ini diharapkan menjadi amal berkelanjutan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pesantren, lembaga sosial, dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar umat. (aw)

























