Tabanan, Surya Indonesia.net – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan mengintensifkan razia blok hunian sebagai langkah deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) guna memastikan lingkungan Lapas tetap aman, tertib, dan kondusif, Selasa (13/01). Razia ini menjadi upaya sterilisasi Lapas dari barang-barang terlarang yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtib.
Razia insidentil ini dilaksanakan oleh Calon Aparatur SIpil Negara bersama staff Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) serta anggota regu pengamanan, dengan koordinasi langsung Kepala KPLP, Wayan Surya Wirawan dan Kepala Seksi Adminitrasi Keamanan dan Tata Tertib, Agung Satyahardika.
Dalam pelaksanaannya, petugas menyasar dua kamar hunian, yakni Blok Batukaru 4 dan Batukaru 8 serta ruang serbaguna dan gudang. Dari hasil penggeledahan tidak ditemukan barang terlarang namun terdapat beberapa barang yang berpotensi menyebabkan gangguan kamtib antara lain 1 sendok besi, 2 korek gas, 1 gelas kaca, dan 1 hanger besi. Seluruh barang hasil razia selanjutnya diamankan untuk dilakukan pendataan dan pemusnahan sesuai ketentuan.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo menegaskan bahwa razia rutin merupakan bagian dari komitmen Lapas Tabanan dalam menjaga stabilitas keamanan. “Razia ini merupakan langkah preventif untuk memastikan Lapas tetap aman dan terbebas dari peredaran barang-barang terlarang. Keamanan dan ketertiban adalah fondasi utama agar seluruh program lainnya dapat berjalan dengan optimal di dalam Lapas,” tegasnya.
Sementara itu, Wayan Surya Wirawan menyampaikan bahwa kegiatan razia juga merupakan bentuk layanan keamanan bagi seluruh penghuni Lapas. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Warga Binaan yang telah mematuhi tata tertib. Situasi kamtib yang kondusif ini merupakan hasil kerja sama dan kesadaran bersama antara petugas dan Warga Binaan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan razia yang berkelanjutan, Lapas Tabanan berharap dapat mencegah potensi gangguan kamtib sejak dini serta menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, dan mendukung pelaksanaan pembinaan secara maksimal.
( red)

























