Breaking News

Saat Loyalis Kehabisan Panggung: Narasi Riza Fakhrumi Tahir Dinilai Merusak Jelang Musda Golkar Sumut

Sabtu, 10 Januari 2026 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN | SURYA INDONESIA || – Opini yang dilontarkan Riza Fakhrumi Tahir mengenai “nasib Hendri Sitorus makin tak jelas” kembali menuai kritik tajam dari kalangan internal Partai Golkar Sumatera Utara.

Tulisan tersebut dinilai bukan analisis objektif, melainkan upaya membangun kegaduhan politik di tengah proses konsolidasi menjelang Musda.

Kritik kali ini datang dari Ir. Alpan Alpis, Pengurus Partai Golkar Deli Serdang sekaligus Sekretaris DPC Ormas MKGR Deli Serdang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai narasi “nasib” yang dibangun Riza terlalu kental dengan diksi emosional dan amat miskin dasar keputusan organisasi.

“Ketika peluang politik di Musda tidak ada, sebagian orang memilih jalur opini untuk merusuh suasana. Ini bukan hal baru,” ujar Alpan, Kamis.

Ia menegaskan, publik pun memahami bahwa Riza selama ini dikenal sebagai figur yang berada dalam orbit politik Musa Rajekshah alias Ijeck.

Karena itu, opini bernada pesimistis tersebut dinilai sarat kepentingan untuk mempertahankan pengaruh lama yang kian menyempit seiring menguatnya arus regenerasi Golkar Sumut.

“Musda itu forum resmi. Yang menentukan bukan loyalitas lama atau suara opini, tapi mekanisme dan keputusan kolektif. Kalau tidak punya tiket maju, jangan mengubah politik jadi cerita horor,” katanya menyindir.

Alpan juga menegaskan, hingga kini tidak ada satu pun keputusan resmi partai yang menyatakan masa depan politik Hendri Yanto Sitorus berakhir atau ‘tak jelas’.

Karena itu, penggunaan istilah “nasib makin tak jelas” disebut sebagai bentuk cacat berpikir politik.

“Golkar bukan panggung mistis. Tidak ada ‘nasib’, yang ada aturan. Kalau aturan tidak berpihak, jangan diganti dengan ramalan,” tegasnya.

Kritik juga diarahkan pada penggunaan istilah seperti “boneka” dan “oligarki” dalam tulisan Riza. Menurut Alpan, diksi semacam itu lebih menyerupai provokasi daripada analisis yang berlandaskan fakta.

“Semakin keras istilah yang dipakai, semakin terlihat ketiadaan pijakan argumennya. Ini agitasi, bukan analisis,” tambahnya.

Lebih jauh, Alpan mengingatkan posisi moral seorang senior dalam politik.

“Sudahlah Om Riza, di hari tua ini kita jangan kerap memberi hal-hal mistis dan menanamkan ketakutan pada generasi berikutnya,” katanya lugas.

Ia melanjutkan, “Baiknya di usia sepuh ini, hati Pak Riza seharusnya dipenuhi prasangka-prasangka baik, bukan malah sebaliknya. Senior itu mestinya meneduhkan, bukan menghantui.”

Menurut Alpan, regenerasi Golkar tidak pernah ditentukan oleh opini pesimistis atau loyalitas masa lalu, melainkan oleh kerja nyata dan kepatuhan terhadap mekanisme partai.

“Musda bukan audisi opini. Yang lolos bukan yang paling ribut, tapi yang siap secara mekanisme. Saat peluang maju tak ada, merusuh dengan narasi bukanlah jalan terhormat,” pungkasnya. (Tim)

Berita Terkait

Kesibukan awal sehari setelah jadi ketua umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN)
Dinamika politik seringkali unpredictable, dan begitu juga dengan langkah politik Saya hingga hari ini. Selalu bergerak dinamis.
Fraksi PDIP Desak Kenaikan Gaji Guru di 2026: Masak Kalah Sama Pegawai MBG
Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali satu bahasa tentang wacana Pilpres 2029.
Mas Oka Mahendra Resmi Dilantik Ketua DPD Partai Golkar Di Kabupaten Probolinggo
Konflik Pimpinan Tak Kunjung Usai, Aliansi Peduli Sidoarjo Ancam Bawa Carut-Marut Daerah ke Kemendagri.
PDIP Jatim Sampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono
DPC PDIP Kota Malang Gelar Penjaringan Calon Ketua PAC, Amithya Ajak Gen Z Bergabung denga PDIP

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 09:39 WIB

Kesibukan awal sehari setelah jadi ketua umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN)

Senin, 2 Maret 2026 - 21:27 WIB

Dinamika politik seringkali unpredictable, dan begitu juga dengan langkah politik Saya hingga hari ini. Selalu bergerak dinamis.

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:54 WIB

Fraksi PDIP Desak Kenaikan Gaji Guru di 2026: Masak Kalah Sama Pegawai MBG

Minggu, 22 Februari 2026 - 18:18 WIB

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali satu bahasa tentang wacana Pilpres 2029.

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:53 WIB

Mas Oka Mahendra Resmi Dilantik Ketua DPD Partai Golkar Di Kabupaten Probolinggo

Rabu, 11 Februari 2026 - 03:10 WIB

Konflik Pimpinan Tak Kunjung Usai, Aliansi Peduli Sidoarjo Ancam Bawa Carut-Marut Daerah ke Kemendagri.

Rabu, 11 Februari 2026 - 03:08 WIB

PDIP Jatim Sampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:37 WIB

DPC PDIP Kota Malang Gelar Penjaringan Calon Ketua PAC, Amithya Ajak Gen Z Bergabung denga PDIP

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Sipropam Pastikan Yanlik Sesuai SOP, Wujudkan Pelayanan Presisi

Rabu, 4 Mar 2026 - 12:21 WIB

Serba-Serbi

Dekat, Cepat, Humanis, Wajah Baru Pelayanan Polantas

Rabu, 4 Mar 2026 - 12:15 WIB