NEGARA, Surya Indonesia.net – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Negara (Rutan Negara) melaksanakan kegiatan tes urine terhadap seluruh jajaran pegawai, mulai dari Kepala Rutan Negara, pejabat struktural, staf, hingga Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), pada Jum’at (09/01). Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 51 pegawai dan merupakan bagian dari upaya serius Rutan Negara dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Pelaksanaan tes urine ini merupakan tindak lanjut atas arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Brigjen Pol. Drs. Mashudi, yang menekankan pentingnya penguatan pengawasan internal serta pencegahan dini terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika, khususnya di lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi komitmen seluruh jajaran Rutan Negara dalam menjaga integritas, profesionalisme, serta kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.

Tes urine dilaksanakan secara menyeluruh dan transparan dengan prosedur yang telah ditetapkan. Seluruh pegawai mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh kesadaran sebagai wujud tanggung jawab moral dan profesional dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara.
Kepala Rutan Negara, I Gusti Agus Putra Mahendra, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelaksanaan tes urine ini merupakan langkah nyata dan berkelanjutan dalam membangun budaya kerja yang bersih dan berintegritas. “Pelaksanaan tes urine ini adalah bentuk komitmen kami dalam menindaklanjuti arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh pegawai Rutan Negara, tanpa terkecuali, benar-benar bersih dari narkoba. Dimulai dari pimpinan hingga CPNS, semua harus memberikan contoh yang baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kepala Rutan Negara menambahkan bahwa pegawai pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam pembinaan warga binaan, sehingga integritas dan keteladanan menjadi hal yang mutlak. “Tidak mungkin kita menuntut warga binaan untuk berubah dan menjauhi narkoba jika kita sendiri tidak mampu menjaga diri. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan secara berkala sebagai bentuk pengawasan internal,” tambahnya.

Salah satu pegawai Rutan Negara, Jesen Krisna, yang turut mengikuti tes urine mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi lingkungan kerja. “Kami menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan tes urine ini. Selain sebagai bentuk pengawasan, kegiatan ini juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi kami dalam bekerja. Dengan adanya tes urine, kami bisa membuktikan bahwa pegawai Rutan Negara memiliki integritas dan komitmen tinggi dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tes urine yang telah dilakukan, 51 pegawai Rutan Negara dinyatakan negatif dari penggunaan narkoba. Hasil ini menjadi bukti nyata komitmen bersama seluruh jajaran Rutan Negara dalam menjaga lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari narkotika.
Dengan hasil tersebut, Rutan Negara menegaskan akan terus memperkuat pengawasan internal serta melaksanakan berbagai langkah preventif lainnya guna mendukung program pemasyarakatan yang bersih dari narkoba. Rutan Negara juga berkomitmen untuk terus menindaklanjuti arahan pimpinan pusat serta bersinergi dengan instansi terkait dalam rangka mewujudkan pemasyarakatan yang berintegritas dan dipercaya oleh masyarakat.

























