SURYA INDONESIA NET-
Muara Enim -Senin(05/01/2026)-Pengaspalan jalan penghubung antara Desa Pedataran, Kecamatan Gelumbang, dan Desa Alai, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, menuai sorotan warga. Proyek yang memiliki pagu anggaran dari APBD 2025 sebesar Rp2.953.039.000 dan dilaksanakan oleh CV Nausya Gandes Perkasa ini diduga memiliki kualitas yang buruk.
Warga dan aktivis lokal mempertanyakan kualitas pengaspalan jalan yang dianggap asal jadi, dengan ketebalan yang tidak merata dan kualitas aspal yang buruk. “Kami masyarakat disini kecewa dengan hasil pengaspalan jalan ini, pak. Kami tak paham soal kekuatan pembangunan ini, tapi secara kasat mata terlihat tak sedap,” kata seorang warga.
Aktivis lokal, Wi, juga mempertanyakan transparansi proyek ini. “Dari sudut pandang kami, pekerjaan ini asal jadi saja. Dari dasar agregat yang dihampar saja tak padat, juga kualitas aspalnya kurang baik. Terlihat baru beberapa bulan saja selesai dikerjakan sudah banyak yang rusak,” kata Wi.
Warga meminta agar dinas terkait segera menindaklanjuti temuan ini dan melakukan audit ulang untuk memastikan kualitas dan transparansi proyek. “Harapan kami khususnya warga sekitar, agar pihak Instansi dan APH Kabupaten Muara Enim, tinjau ulang proyek peningkatan jalan tersebut,” tambah Wi.
Awak media telah mencoba mengkonfirmasi pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas PUPR Muara Enim, namun belum mendapatkan respons. Warga berharap agar dinas terkait segera turun tangan dan tidak menutup mata terhadap masalah ini.
“Kami harapkan kepada Dinas tolong audit ulang’ supaya bangunan ini sangat bagus dan sangat baik untuk 2 arus jalan sungai durin menuju ke desa Alai. Rusak menghambat apilitas anak sekolah dan masyarakat yang menyadap karet yang melintas di jalan aspal ini dan yang lain lain terhambat waktu nya oleh karena jalan nya baru di rehap tapi banyak yang sudah pecah dan berlobang lobang,” kata warga.
(HR)

























