Breaking News

KETIKA MENYERAP ASPIRASI DIBAYAR DENGAN TANDUKAN

Minggu, 13 September 2026 - 22:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Esai

KETIKA MENYERAP ASPIRASI DIBAYAR DENGAN TANDUKAN
Oleh Kadir Wahyudi

Mataku menyempit ketika saya membaca bsrita dari malangupdatenews.com tentang seorang anggota dewan dari Fraksi PDIP ditandung dan nyungsep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kali ini bukan banteng yang nanduk, tapi anak banteng ditandung dan harus dikirim ke UGD. Edaaaaan….

Then, saya coba tulis esai dengan santun, karena saya bukan kawanan orang-orang yang tau sopan santun. Kucoba untuk santun. Walaupun dipaksakan.

Saya awali dengan istilah Demokrasi
Demokrasi punya 1 rumus sederhana: wakil rakyat menemui rakyat, mendengar, lalu memperjuangkan.
Tapi apa jadinya kalau ruang itu justru dibayar dengan kekerasan?

Pernyataan Zulham menjadi tamparan. “Saya menjalankan tugas negara menemui masyarakat, tetapi justru mendapat tindakan kekerasan. Saya mohon keadilan.”
1 kalimat itu merobek topeng. Ternyata tugas konstitusional bisa berujung luka fisik.

1. Kewajiban vs Kekerasan
Undang-Undang jelas: anggota DPRD wajib reses, wajib turun, wajib menyerap aspirasi. Itu bukan pilihan. Itu kerja.
Tapi di lapangan, aspirasi sering dianggap keributan.

Penyampaian pendapat yang panas dibalas dengan cara yang lebih panas: arogan, intimidasi, bahkan pukul.

Padahal esensi demokrasi bukan menang-menangan suara paling keras. Tapi adu gagasan paling masuk akal.

2. “Menyampaikan pendapat tidak boleh dengan cara arogan”
Kalimat ini penting. Dia tidak sedang membela diri. Dia sedang membela prinsip.
Kritik boleh. Teriak boleh. Protes boleh. Tapi tetap harus dalam koridor tertib.
Begitu juga aparat, masyarakat, dan wakil rakyat lainnya.
Kalau semua main tangan, maka ruang dialog mati. Yang tersisa cuma otot dan dendam.

3. Tugas Negara, Tanggung Jawab Bersama
Harapan Zulham agar aparat penegak hukum menangani tuntas bukan sekadar minta perlindungan pribadi. Itu adalah ujian.

Apakah negara masih mau melindungi orang yang sedang menjalankan tugas negaranya?

Kalau hari ini seorang anggota DPRD dipukul saat reses dan dibiarkan, maka besok siapa yang berani turun ke bawah?

Yang tersisa nanti hanya pejabat yang duduk di ruangan ber-AC dan rakyat yang berteriak di luar pagar.

Demokrasi tidak diuji saat semua tenang. Demokrasi diuji saat beda pendapat.
Dan kita sedang diuji sekarang.

Menyerang wakil rakyat saat ia bekerja sama artinya menutup mulut rakyat yang ia wakili.
Sudah saatnya kita kembalikan meja dialog. Bukan tinju. Bukan teriak. Tapi duduk, dengar, jawab.

Karena negara ini dibangun bukan dengan kekerasan. Tapi dengan keberanian untuk saling mendengar.  ***)

Postes: suryaindonesia.net @sarinahnews.com
Malang, 13 September 2026

Berita Terkait

Ketua DPD Partai Golkar Oka Mahendra Jati Kusuma,SE. Nyapa  Langsung Temui Warga, AMPG Kabupaten  Probolinggo
Kandang Ayam Berdempetan, Dapur Dinilai Kecil Untuk Ribuan Porsi MBG: SPPG Klambir Lima DISOROT!
Ketua DPD Partai Golkar Oka Mahendra Jati Kusuma,SE. Nyapa  Langsung Temui Warga, AMPG Kabupaten  Probolinggo
Gaji Karyawan DAMRI Surabaya Belum Dibayar Sejak 25 September, Alasan Target Tidak Tercapai, Purna karyawan Ngadu Pesangon 1 Tahun Tak Cair
Perkuat Sinergitas dengan Ulama, Kapolres Blitar Kota Silaturahmi ke Ponpes Mamba’ul Hikam
Kapolres Gresik Kembalikan Motor Milik Korban Curian, Dua Pelaku Diberi Tindakan Tegas Terukur
Satreskrim Polrestabes Bireuen Diduga Rekayasa Kasus, Tetapkan Tersangka Pelaku Usaha Tak Sesuai Prosedur
Para Ketua Serikat DPC Soroti SK Skala Upah dan IKO DAMRI, Pertanyakan Keseragaman Kebijakan Antar Cabang

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Ketua DPD Partai Golkar Oka Mahendra Jati Kusuma,SE. Nyapa  Langsung Temui Warga, AMPG Kabupaten  Probolinggo

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:48 WIB

Kandang Ayam Berdempetan, Dapur Dinilai Kecil Untuk Ribuan Porsi MBG: SPPG Klambir Lima DISOROT!

Rabu, 30 September 2026 - 22:00 WIB

Ketua DPD Partai Golkar Oka Mahendra Jati Kusuma,SE. Nyapa  Langsung Temui Warga, AMPG Kabupaten  Probolinggo

Rabu, 30 September 2026 - 18:43 WIB

Gaji Karyawan DAMRI Surabaya Belum Dibayar Sejak 25 September, Alasan Target Tidak Tercapai, Purna karyawan Ngadu Pesangon 1 Tahun Tak Cair

Rabu, 30 September 2026 - 09:34 WIB

Perkuat Sinergitas dengan Ulama, Kapolres Blitar Kota Silaturahmi ke Ponpes Mamba’ul Hikam

Selasa, 29 September 2026 - 22:35 WIB

Kapolres Gresik Kembalikan Motor Milik Korban Curian, Dua Pelaku Diberi Tindakan Tegas Terukur

Sabtu, 26 September 2026 - 06:58 WIB

Satreskrim Polrestabes Bireuen Diduga Rekayasa Kasus, Tetapkan Tersangka Pelaku Usaha Tak Sesuai Prosedur

Sabtu, 26 September 2026 - 06:43 WIB

Para Ketua Serikat DPC Soroti SK Skala Upah dan IKO DAMRI, Pertanyakan Keseragaman Kebijakan Antar Cabang

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Kapolri Suyudi Membrutal, 19 Kapolda Dicopot Langsung Kena Mental

Minggu, 4 Okt 2026 - 17:25 WIB