NGAWI,suryaindonesia.net – Proyek rekonstruksi Jalan Kendung–Pojok di Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, memakan korban. Sejumlah pengendara dilaporkan terjatuh di lokasi pengerjaan CV Jasa Karya. Warga menyoroti minimnya rambu peringatan dan perbedaan elevasi jalan yang tidak ditandai, seperti terlihat di lokasi proyek.
Dari pantauan di lapangan, kondisi jalan masih berupa galian dengan besi wiremesh yang terbuka dan perbedaan ketinggian cukup signifikan antara badan jalan lama dan area yang dibongkar. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengendara, terutama pada malam hari dan saat cuaca hujan.
Proyek atas penugasan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang PUPR Kabupaten Ngawi itu saat ini menjadi sorotan masyarakat. Selain galian dan perbedaan elevasi, kelengkapan rambu-rambu peringatan di beberapa titik dinilai terbatas.
Menurut informasi yang berkembang di masyarakat, salah satu korban kecelakaan adalah seorang Kepala Desa di wilayah Ngawi. Korban saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp menyampaikan tidak mengetahui adanya galian sambungan rigid lama sehingga terjatuh. Minimnya rambu menyebabkan pengguna jalan kurang memahami area rawan di lokasi proyek.
“Kami mendukung perbaikan jalan ini, tetapi keselamatan pengendara harus diperhatikan. Jangan sampai proyek yang bertujuan meningkatkan kenyamanan justru menimbulkan korban,” ujar salah seorang warga, Senin 15/6/2026.
Tuntutan Warga
Masyarakat meminta Dinas PUPR Kabupaten Ngawi bersama pihak pelaksana segera mengevaluasi sistem pengamanan proyek. Evaluasi meliputi penambahan rambu peringatan di kedua arah, pemasangan lampu penerangan sementara pada malam hari, serta penempatan petugas pengatur lalu lintas di titik-titik rawan.
Proyek Rekonstruksi Jalan Kendung–Pojok merupakan paket strategis Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Kontrak ditandatangani April 2026 dan saat ini progres pengerjaan terus berjalan sesuai jadwal.
Hingga berita ini ditulis, pihak CV Jasa Karya dan Dinas PUPR Kabupaten Ngawi belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Redaksi akan mengupayakan konfirmasi dan memperbarui informasi jika ada pernyataan dari pihak terkait.(Tim)

























