Tabanan,Surya Indonesia. Net – Pembinaan kerohanian terus menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan salah satunya melalui kegiatan Ibadah Kebaktian yang diikuti oleh Warga Binaan umat Nasrani, Selasa (09/06), Lapas Tabanan mendorong tumbuhnya kesadaran untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta membangun harapan baru menuju kehidupan yang lebih baik.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian memiliki peran strategis dalam mendukung proses pembentukan kepribadian Warga Binaan. Menurutnya, masa pidana hendaknya tidak dipandang sebagai akhir dari segalanya, melainkan sebagai kesempatan untuk belajar, berbenah, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
“Setiap orang tentu pernah melakukan kesalahan, namun masa pembinaan ini harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk bangkit dan memperbaiki diri. Jangan terus terjebak dalam rasa penyesalan, tetapi jadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran berharga untuk menata kehidupan yang lebih baik di masa depan,” ujar Prawira.
Dalam kesempatan tersebut, Pendeta Ni Made Gunaraksa Bakti Mastara dari Yayasan Tabur Tuai yang memimpin ibadah juga memberikan penguatan rohani kepada seluruh Warga Binaan. “Tidak ada manusia yang sempurna dan bebas dari kesalahan. Yang terpenting adalah memiliki kerendahan hati untuk mengakui kekurangan, memperbaiki diri, serta tetap memiliki harapan,” pesannya.
Sementara itu salah seorang Warga Binaan, Petrus, mengaku banyak memperoleh pelajaran berharga melalui kegiatan pembinaan kerohanian yang rutin dilaksanakan di Lapas Tabanan. “Melalui kegiatan ibadah dan pembinaan yang saya ikuti, saya belajar menerima keadaan, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan fokus memperbaiki diri. Saya ingin menjadikan masa pembinaan ini sebagai kesempatan untuk berubah,” ungkapnya.
Melalui pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Tabanan terus berupaya membangun pribadi-pribadi yang tidak hanya taat dalam menjalankan ibadah, tetapi juga memiliki semangat untuk memperbaiki diri dan menata masa depan.
( red)

























