Tabanan,Surya Indonesia. Net – Kebersihan lingkungan menjadi perhatian utama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap penyebaran hantavirus yang belakangan menjadi sorotan, Jumat (05/06). Petugas dan Warga Binaan bahu membahu melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan sebagai langkah antisipatif untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan terhindar dari berbagai potensi penyakit menular.
Pembersihan dilaksanakan secara menyeluruh mulai dari area blok hunian Warga Binaan, halaman kantor, hingga area depan Lapas. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini dengan meminimalisir keberadaan hewan pengerat yang berpotensi menjadi sumber penyebaran penyakit.
Dokter Lapas Tabanan, Luh Putu Tresnadewi, menjelaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah paling efektif dalam mencegah berkembangnya berbagai penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat, termasuk hantavirus. Menurutnya, lingkungan yang bersih akan memutus rantai kehidupan tikus yang diketahui menjadi inang utama virus tersebut.
“Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Dengan menjaga kebersihan lingkungan secara rutin, kita dapat mengurangi potensi berkembangnya hewan pengerat sehingga risiko penyebaran penyakit, termasuk hantavirus, dapat ditekan semaksimal mungkin. Karena itu, kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama,” jelas Tresnadewi.
Sementara itu, Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan bahwa kegiatan kebersihan lingkungan merupakan langkah antisipatif yang penting untuk menjaga kesehatan seluruh penghuni Lapas. “Menjaga kebersihan lingkungan bukan sekadar menciptakan suasana yang rapi dan nyaman, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa pencegahan penyakit dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan,” tegasnya.
Kegiatan kebersihan lingkungan ini mencerminkan komitmen Lapas Tabanan dalam membangun budaya hidup sehat yang melibatkan seluruh elemen di dalamnya. Dengan lingkungan yang terawat, kesadaran kolektif terhadap pentingnya kesehatan dapat terus tumbuh sehingga risiko penyebaran penyakit dapat diminimalisir dan aktivitas pembinaan maupun pelayanan berjalan secara optimal.
( red)

























