Tabanan,Surya Indonesia. Net – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan memberikan penyuluhan kesehatan kepada Warga Binaan guna meningkatkan pemahaman terkait konsumsi obat yang tepat dan aman, Selasa (05/05). Kegiatan ini menyasar Warga Binaan yang rutin mengkonsumsi obat-obatan sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi kesehatan di dalam Lapas.
Penyuluhan dilaksanakan oleh Tim Medis yang terdiri dari dokter dan perawat dengan materi utama mengenai interaksi obat dan makanan. Edukasi ini menekankan pentingnya memahami waktu konsumsi obat serta jenis makanan atau minuman yang dapat mempengaruhi efektivitas obat di dalam tubuh.
Dokter Lapas, Luh Putu Tresnadewi, menjelaskan bahwa pemahaman terkait interaksi obat dan makanan sangat penting untuk menghindari risiko kesehatan yang tidak diinginkan. “Interaksi obat dengan makanan dapat mempengaruhi kinerja obat di dalam tubuh. Jika tidak dipahami dengan baik, hal ini bisa berisiko menyebabkan kegagalan pengobatan, efek samping, serta untuk menyadarkan Warga Binaan bahaya penyakit kronis. Karena itu penting bagi Warga Binaan untuk mengetahui waktu dan cara konsumsi obat yang tepat,” jelasnya.
Sementara itu, perawat Lapas, Yogi Aristana, menambahkan bahwa cara mengkonsumsi obat juga harus diperhatikan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal. “Obat sebaiknya dikonsumsi dengan air putih dan menghindari teh atau kopi karena dapat mengganggu efektivitasnya. Selain itu, penting juga memahami frekuensi minum obat, apakah satu, dua, tiga, atau empat kali sehari, agar hasil pengobatan maksimal,” ujar Yogi.
Salah satu Warga Binaan, Gusti yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku mendapatkan pemahaman baru terkait cara konsumsi obat yang benar. “Saya jadi lebih paham kapan waktu minum obat dan apa yang boleh atau tidak dikonsumsi bersamaan. Ternyata tidak bisa sembarangan, harus benar-benar diperhatikan agar obatnya bekerja dengan baik,” ujarnya.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan bahwa peningkatan literasi kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pembinaan Warga Binaan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Warga Binaan terkait pentingnya menjaga kesehatan, termasuk dalam hal konsumsi obat. Dengan pengetahuan yang baik, mereka dapat lebih mandiri dalam menjaga kondisi kesehatannya,” tegas Prawira.
Bagi Lapas Tabanan, pembinaan tidak hanya menyentuh aspek perilaku, tetapi juga kesadaran dalam menjaga diri. Ketika pengetahuan tentang kesehatan mulai dipahami, Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga belajar merawat kehidupannya dengan lebih baik.
( red)

























