Breaking News

Buntut Tudingan Narkoba terhadap Pesantren,Ketum AMI dan Gus Ghoiron Siap Pimpin Aksi Massa: Marwah Ulama Harga Mati

Minggu, 12 April 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suryaindonesia.net || Surabaya – Gelombang protes besar diprediksi akan memadati titik-titik strategis di Jawa Timur dalam waktu dekat. Ormas Aliansi Madura Indonesia (AMI) secara resmi menyatakan sikap protes keras terhadap pernyataan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Aboe Bakar Al-Habsyi, yang dinilai telah menyudutkan pesantren dan ulama di tanah Madura terkait isu narkoba.

Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar S.E., S.H., menegaskan bahwa pernyataan yang dilontarkan legislator tersebut bukan sekadar kekhilafan lisan, melainkan sebuah bentuk penghinaan serius dan pembunuhan karakter terhadap martabat Ulama dan Pesantren di Madura.

Ini bukan sekadar salah ucap. Ini adalah pembunuhan karakter terhadap Ulama dan Pesantren yang ada di Madura secara sistematis,” tegas Baihaki dengan nada geram, Minggu (12/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dewan Penasehat Keagamaan AMI, Gus Khoiron, akan memimpin langsung jalannya aksi, Gus Khoiron menyatakan bahwa tuduhan tersebut telah melukai perasaan seluruh santri dan masyarakat di Madura. Ia menekankan bahwa pesantren adalah benteng moral yang tidak pantas dikaitkan dengan stigma negatif tanpa dasar.

Ulama dan pesantren adalah kompas moral masyarakat kami. Menuduh mereka terlibat dalam jaringan narkoba adalah fitnah keji yang melampaui batas. Kami tidak akan tinggal diam ketika ghirah dan kehormatan guru-guru kami diinjak-injak,” ujar Gus Khoiron.

Beliau juga menambahkan bahwa aksi ini merupakan bentuk pembelaan harga diri.

Kami memanggil seluruh santri dan alumni untuk turun ke jalan. Kita tunjukkan bahwa marwah ulama Madura tidak bisa dipermainkan oleh siapapun, termasuk pejabat negara,” pungkasnya.

Sebagai bentuk protes konkret, AMI menginstruksikan seluruh elemen masyarakat Madura, mulai dari santri, alumni pesantren, tokoh adat, aktivis, hingga LSM, untuk turun ke jalan.

Aksi demonstrasi dijadwalkan berlangsung pada 14–15 April 2026 dengan titik lokasi di Kantor DPD PKS Jawa Timur dan Kantor DPC PKS Surabaya. AMI menyebut sekitar 2.000 massa ditargetkan akan turun dalam aksi tersebut.

Dalam selebaran aksi yang tersebar luas, AMI mengusung tiga tuntutan mutlak yang tidak dapat ditawar:

Pemecatan Aboe Bakar Al-Habsyi: Mendesak partai untuk segera memecat kadernya yang dianggap telah menebar fitnah di forum resmi negara.

Penuntasan Fitnah Ulama: Menuntut pertanggungjawaban data secara hukum atas tudingan terhadap institusi pesantren.

Tegakkan Supremasi Hukum: Meminta aparat kepolisian untuk memproses dugaan pencemaran nama baik ini secara transparan.

Baihaki Akbar menutup pernyataannya dengan seruan yang membakar semangat para pengikutnya. Ia menganggap langkah ini sebagai bentuk pembelaan harga diri yang wajib dilakukan oleh setiap para santri dan putra daerah Madura.

Kami siap menggempur! Lawan fitnah terhadap ulama dan pesantren Madura. Pecat dan usir Aboe Bakar!” pungkas Baihaki dengan nada tajam.

Hingga berita ini diturunkan, konsolidasi massa terus menguat di berbagai titik di Madura dan Surabaya guna menyambut aksi besar yang dijadwalkan lusa.
(Redho)

Berita Terkait

MUSCAB/MUSYAWARAH PARTAI KEBANGKITAN BANGSA ( PKB ) DPC KAB MAGETAN TAHUN 2026
Pernyataan Sikap DPC GMNI Jakarta Timur Tolak Kriminalisasi Aktivis, Lawan Teror dan Impunitas!!!
DPC GMNI JAKARTA TIMUR* *AKSI DI GEDUNG MERAH PUTIH KPK RI* *API PERJUANGAN ERMANTO USMAN TETAP HIDUP, KPK JANGAN DIAM SOAL JICT
Aksi GMNI Jakarta Timur di Mabes Polri : Desak Polri Usut Tuntas Kasus Kematian Ermanto Usman
Laskar Jenggolo Hujani Kantor DPRD SIDOARJO dengan Ucapan Duka Cita, Protes Keras Mandulnya Fungsi Legislatif
Indonesia Menggugat : Api Perjuangan Ermanto Usman Tidak Boleh Berhenti Sampai Disini.
DPC GMNI Jakarta Timur Mengadakan Audiensi dan Studi Parlemen Bersama KITAS F-PDIP DPR RI: Memperkuat Pemahaman Kader Mengenai Kerja Staf Ahli juga Tenaga Administrasi DPR RI.
Kesibukan awal sehari setelah jadi ketua umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN)

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 10:39 WIB

Buntut Tudingan Narkoba terhadap Pesantren,Ketum AMI dan Gus Ghoiron Siap Pimpin Aksi Massa: Marwah Ulama Harga Mati

Sabtu, 4 April 2026 - 13:13 WIB

MUSCAB/MUSYAWARAH PARTAI KEBANGKITAN BANGSA ( PKB ) DPC KAB MAGETAN TAHUN 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:17 WIB

Pernyataan Sikap DPC GMNI Jakarta Timur Tolak Kriminalisasi Aktivis, Lawan Teror dan Impunitas!!!

Selasa, 17 Maret 2026 - 00:55 WIB

DPC GMNI JAKARTA TIMUR* *AKSI DI GEDUNG MERAH PUTIH KPK RI* *API PERJUANGAN ERMANTO USMAN TETAP HIDUP, KPK JANGAN DIAM SOAL JICT

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:12 WIB

Aksi GMNI Jakarta Timur di Mabes Polri : Desak Polri Usut Tuntas Kasus Kematian Ermanto Usman

Senin, 9 Maret 2026 - 14:33 WIB

Laskar Jenggolo Hujani Kantor DPRD SIDOARJO dengan Ucapan Duka Cita, Protes Keras Mandulnya Fungsi Legislatif

Sabtu, 7 Maret 2026 - 02:16 WIB

Indonesia Menggugat : Api Perjuangan Ermanto Usman Tidak Boleh Berhenti Sampai Disini.

Jumat, 6 Maret 2026 - 03:16 WIB

DPC GMNI Jakarta Timur Mengadakan Audiensi dan Studi Parlemen Bersama KITAS F-PDIP DPR RI: Memperkuat Pemahaman Kader Mengenai Kerja Staf Ahli juga Tenaga Administrasi DPR RI.

Berita Terbaru