Bali, Surya Indonesia.net – Dalam menstabilkan harga kebutuhan 14 bahan pokok penting (bapokting) untuk masyarakat. Polda Bali melalui Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan Provinsi Bali, kembali turun langsung ke Pasar tradisional, ritel modern, hingga distributor untuk melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak) pasar.
Tim Satgas Saber Pangan Provinsi Bali yang beranggotakan Ditreskrimsus Polda Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Bali, Bulog Kanwil Bali dan Badan Pangan Nasional ( Bapanas) melaksanakan sidak pasar pada Pasar Kreneng, Distributor dan Ritail Modern Denpasar, Jumat (3/4/2026).
Pada kegiatan tersebut, Satgas Pangan melaksanakan sidak pada Toko Kamila, Toko Daging Sapi dan potong ayam, serta Warung Bumbu Ibu Gek Sri yang berlokasi di Pasar Kreneng, Distributor UD. Sari Limo Jalan Raya Gatsu, serta ritel Modern Supermarket Bintang yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., mengatakan pengawasan ini merupakan langkah untuk menjaga keterjangkauan harga serta menjamin kualitas bahan pangan bagi masyarakat.
_“Hasil pemantauan sementara menunjukkan harga relatif stabil dan pasokan mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan lonjakan Harga bahan Pokok,”_ ujar Kabid Humas Polda Bali.
Dari hasil pemantauan sementara, harga bahan pangan di wilayah Bali, khususnya Denpasar, masih relatif stabil dengan pasokan yang dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Satgas Saber Pangan juga mengingatkan agar para pelaku usaha untuk tidak menjual komoditas pangan di atas ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Petugas juga menyampaikan bahwa apabila terjadi pelanggaran akan ditindak tegas secara berjenjang, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha.
Melalui kegiatan sidak ini, diharapkan terjadi keterjangkauan harga, keterjaminan mutu pangan serta ketersediaan pangan, dan sekaligus juga dapat memastikan keamanan stock barang, sehingga masyarakat dapat memperoleh 14 Bapoting dengan harga wajar dan mudah untuk di Wilayah Bali.
( red)

























