Breaking News

Jas Merah : Mengenang Perkebunan PT. Socfindo Dalam Balutan Waktu

Jumat, 3 April 2026 - 01:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil, Surya Indonesia.net – Bung Karno, bapak proklamator Negeri ini dalam bukunya “ Di bawah Bendera Revolusi” menyebutkan agar kita jangan sekali-kali melupakan sejarah. Empat suku kata ini mengingatkan kita pada kehadirin sebuah perusahaan bernama PT. Socfindo yang kala itu masih bergerak di bidang perkebunan karet.

Tulisan ini bukan bermaksud membantah sorotan tajam atas pandangan miring sebahagian orang terhadap dugaan pelanggaran regulasi yang mungkin saja terjadi di perusahaan PT. Socfindo yang kini telah beralih menjadi perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Tulisan ini bukan pula bermaksud ‘mengangkat batang terendam’. Sama sekali tidak. Tulisan ini hanya sekedar mengingatkan kita untuk tidak melawan lupa, betapa besarnya jasa perusahaan asal negeri Belanda ini terhadap masyarakat yang kala itu masih dalam naungan Aceh Selatan, atau tepatnya masih dalam wilayah Kemukiman Tanjung Mas, Kecamatan Simpang Kanan, kewedanaan Singkil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saya Razaliardi Manik bersaksi, selaku salah seorang putra asli Aceh Singkil yang lahir pada 02 Agustus 1962 di Rimo, tepatnya sekitar 200 meter dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Socfindo saat ini. Jujur saja, masa kanak-kanak dan masa remaja saya bisa dikatakan tidak seindah masa kanak-kanak saat ini. Hidup di awal-awal kemerdekaan bangsa kita ini memang begitu pahit. Setiap orang menjalani kehidupan penuh dengan kekurangan, hidup dengan kekumuhan dan kemiskinan.

Kala itu ada istilah ‘musim melehe’ yang artinya musim lapar. Musim dimana hasil panen padi di sawah masih menunggu berbuah. Hampir semua orang hidup dalam kesusahan, mata pencaharian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya hanya bergantung pada hasil sawah dan tangkapan ikan.

Salahkah jika saya bersaksi untuk mengatakan sebuah kebenaran? Kebenaran bahwa keberadaan PT. Socfindo adalah ibarat ‘malaikat’ pembawa kehidupan bagi masyarakat kala itu? Salahkah jika saya katakan jika perusahaan ini menjadi tulang punggung penompang kehidupan masyarakat, khususnya masarakat di Kecamatan Simpang Kanan (Gunung Meriah saat ini -Red). Rasanya terlalu naïf dan munafik jika kita tidak mengingat sejarah yang pernah menyertai perjalanan dalam kehidupan kita.

Saya tidak bisa menghitung dengan rumus ilmu matematika, berapa banyak masyarakat yang bekerja di PT. Socfindo, berapa banyak nyawa manusia yang nafkah hidupnya bergantung di perusahaan ini. Sebab, ketika itu saya masih seorang kanak-kanak yang berjalan tertatih dan terseok-seok. Apa yang saya sebutkan ini bukan merupakan sebuah pembenaran atau pembelaan terhadap perusahaan yang berdiri sekitar tahun 1938 itu.

Apa yang saya lihat dan rasakan pada masa itu barangkali sudah pasti juga dialami oleh kawan-kawan se-angkatan saya yang masih hidup seperti, Sarifuddin Hutabarat alias Hutabarat, H. Abuhanifah alias Idun, Roslem alias Dalem, Pukak Magodang, dan H. Darmudi pemilik Langgeng Jaya. Atau bisa juga ditanyakan kepada kawan-kawan yang usianya sedikit di bawah saya, seperti H. Tamiruddin alias gecik Tami.

Tanyakan betapa susahnya kehidupan kala itu. Dimana orang tua kami bekerja, darimana kami dapat makan. Apa itu yang disebut “Beras Catu” yang untuk zaman sekarang tidak layak dikonsumsi. Meski begitu, itu pulalah yang membesarkan kami, dan atas jasa perusahaan itu pulalah kami bisa sekolah.

Rasanya tidak salah jika tulisan ini saya beri judul “ Jas Merah: Perkebunan PT. Socfindo Dalam Balutan Waktu”, waktu dimana pemerintah tak bisa hadir di tengah-tengah rakyat, pemerintah di hampir seluruh negeri ini tak berdaya untuk membuka lapangan kerja bagi rakyatnya, dan tak mampu pula memikirkan nasib rakyat di tengah agresi dan pemberontakan di awal kemerdekaan republik Indonesia yang tercinta ini.

Zaman itu tidak ada bantuan dari pemerintah, tidak ada istilah yang namanya subsidi, tidak ada BPJS, tidak ada PKH, tidak ada BLT, tidak ada bantuan pertanian, tidak ada subsidi pupu (JAMAR)

Berita Terkait

Babinsa Serangan Bantu Sosialisasi dan Bagikan Compost Bag di Kampung Bugis Denpasar Selatan
Penutupan Bagian TPA Suwung Dorong Pengawasan Pembuangan Sampah, TPS Hanya Terima Sampah Anorganik
Polres Ngawi Teguhkan Komitmen Rekrutmen Bersih, Gelar Pakta Integritas dan Sumpah Penerimaan Polri 2026
*Satgas Saber Pangan Polda Bali Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Stabil*
*Sembahyang Bersama Purnama Kedasa di Polsek Baturiti, Wujudkan Sraddha dan Bhakti Personel*
*Cegah Kriminalitas, Perwira Pengawas Polsek Kediri Pimpin Pelaksanaan Blue Light Patrol (BLP)*
*Kapolsek Kerambitan Sampaikan Pesan Kamtibmas melalui kegiatan Safari Kamtibmas di Pabrik Grand Tekstil*
*Polsek Seltim tingkatkan pantauan SPBU di wilayah Jelijih Megati, Pasti ketersediaan BBM tercukupi*

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 01:10 WIB

Babinsa Serangan Bantu Sosialisasi dan Bagikan Compost Bag di Kampung Bugis Denpasar Selatan

Jumat, 3 April 2026 - 01:08 WIB

Penutupan Bagian TPA Suwung Dorong Pengawasan Pembuangan Sampah, TPS Hanya Terima Sampah Anorganik

Jumat, 3 April 2026 - 01:05 WIB

Jas Merah : Mengenang Perkebunan PT. Socfindo Dalam Balutan Waktu

Kamis, 2 April 2026 - 17:51 WIB

Polres Ngawi Teguhkan Komitmen Rekrutmen Bersih, Gelar Pakta Integritas dan Sumpah Penerimaan Polri 2026

Kamis, 2 April 2026 - 12:44 WIB

*Sembahyang Bersama Purnama Kedasa di Polsek Baturiti, Wujudkan Sraddha dan Bhakti Personel*

Kamis, 2 April 2026 - 12:42 WIB

*Cegah Kriminalitas, Perwira Pengawas Polsek Kediri Pimpin Pelaksanaan Blue Light Patrol (BLP)*

Kamis, 2 April 2026 - 12:38 WIB

*Kapolsek Kerambitan Sampaikan Pesan Kamtibmas melalui kegiatan Safari Kamtibmas di Pabrik Grand Tekstil*

Kamis, 2 April 2026 - 12:37 WIB

*Polsek Seltim tingkatkan pantauan SPBU di wilayah Jelijih Megati, Pasti ketersediaan BBM tercukupi*

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Jas Merah : Mengenang Perkebunan PT. Socfindo Dalam Balutan Waktu

Jumat, 3 Apr 2026 - 01:05 WIB