BALI – Denpasar, Surya Indonesia.net – Dalam rangka menjaga dan memelihara lingkungan, pada hari Rabu, 11 Maret 2026, di Balai Banjar Titih yang berlokasi di Jalan Sumatra, Desa Dauh Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar. dilaksanakan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah berbasis peran serta masyarakat. Dalam hal ini, Babinsa Peltu Agung Wirata, mendukung penuh sebagai bentuk perhatian dan kontribusi TNI dalam meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat setempat.
Acara yang diinisiasi oleh pemerintah desa ini melibatkan partisipasi aktif dari warga masyarakat, serta sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Nasional Denpasar (Undiknas) dan Universitas Udayana (Unud). Kolaborasi antara berbagai pihak ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menangani permasalahan sampah yang semakin penting untuk diperhatikan, terutama di wilayah pemukiman padat penduduk seperti Desa Dauh Puri Kangin.
Sosialisasi pertama fokus pada pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari pemilahan sampah di sumber, cara penyimpanan yang benar, hingga pemanfaatan sampah menjadi bahan bernilai tambah. Materi ini disampaikan oleh perwakilan pemerintah desa dan dibantu oleh mahasiswa KKN, yang juga memberikan contoh praktis bagaimana menerapkan pengelolaan sampah di lingkungan rumah tangga dan banjar.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pembuatan Eco Enzyme, sebuah produk ramah lingkungan yang dapat dibuat dari limbah organik seperti kulit buah dan sayuran. Peserta diajarkan langkah-langkah pembuatan serta manfaat Eco Enzyme yang beragam, mulai dari sebagai bahan pembersih alami, pupuk cair, hingga untuk membantu mengurangi bau tidak sedap di lingkungan sekitar. Banyak peserta yang menunjukkan antusiasme dan langsung berlatih membuat Eco Enzyme pada saat acara berlangsung.
Peltu Agung Wirata, menyampaikan bahwa dukungan dari Babinsa dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban dan kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam hal kelestarian lingkungan. Kegiatan sosialisasi diharapkan dapat menjadi awal dari perubahan perilaku positif masyarakat terhadap pengelolaan sampah, serta menginspirasi banjar lain di Denpasar untuk mengikuti langkah serupa dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
( red)

























