Bali ,Surya Indonesia.net – Direktorat Lalu Lintas Polda Bali melaksanakan kegiatan survey dan pengecekan jalur mudik serta kesiapan pos operasi dalam rangka Operasi Ketupat Agung 2026, guna memastikan kelancaran arus lalu lintas menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 H.
Kegiatan survey dilaksanakan selama dua hari oleh jajaran Ditlantas Polda Bali dengan meninjau sejumlah titik strategis mobilitas masyarakat, khususnya pada jalur penyeberangan serta jalur utama lalu lintas di wilayah Bali yang diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas selama periode mudik dan libur panjang.
Pada hari pertama, tim melakukan pengecekan di sejumlah lokasi strategis, antara lain Pos Terpadu Pelabuhan Padangbai di Kabupaten Karangasem, Pelabuhan Ferry Padangbai, Pos Pelayanan Goa Lawah di Kabupaten Klungkung, Pelabuhan The Angkal Kusamba, serta Pos Pengamanan Masceti di Kabupaten Gianyar.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan pengecekan terhadap kesiapan pos operasi, sarana dan prasarana pendukung, serta sistem pelayanan kepada masyarakat, termasuk koordinasi dengan pihak pengelola pelabuhan guna memastikan kesiapan pelayanan penyeberangan dalam menghadapi potensi lonjakan penumpang dan kendaraan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
Selanjutnya pada hari kedua, tim Ditlantas Polda Bali melanjutkan kegiatan survey dengan melakukan pengecekan pada jalur utama Denpasar–Gilimanuk, termasuk Pos Terpadu Terminal Mengwi, Pos Pengamanan Selabih Tabanan, Pos Pelayanan Gilimanuk, serta pengecekan kondisi jalur Bali Utara.
Pengecekan tersebut juga mencakup kesiapan buffer zone kendaraan, kendaraan derek, serta bengkel siaga yang disiapkan untuk mengantisipasi potensi kepadatan arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, yang merupakan salah satu titik utama mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik.
Menurut Kombes Pol Turmudi, kegiatan survey ini merupakan langkah awal untuk memastikan seluruh kesiapan personel serta sarana prasarana sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026.
“Kami melakukan survey langsung ke sejumlah jalur utama, pos operasi, serta kawasan pelabuhan untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, dan sistem pengaturan lalu lintas. Hal ini penting agar pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026 dapat berjalan optimal sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar Kombes Pol Turmudi.
Ia juga menambahkan bahwa Ditlantas Polda Bali telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk pengelola pelabuhan dan pemerintah daerah, guna mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur panjang.
“Tahun ini terdapat dinamika karena rangkaian Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Idul Fitri. Oleh karena itu kami melakukan langkah-langkah antisipatif, termasuk penguatan pengaturan lalu lintas serta kesiapan pos pelayanan bagi masyarakat,” tambahnya.
Secara umum, hasil survey menunjukkan bahwa kesiapan pos operasi, jalur lalu lintas, serta sarana prasarana pendukung di sejumlah titik strategis telah siap untuk mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026, sehingga diharapkan pengamanan arus mudik dan arus balik di wilayah Bali dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
Di kesempatan lain, Direktur Lalu Lintas Polda Bali Kombes Pol Turmudi, S.I.K. juga memberikan arahan kepada seluruh personel yang bertugas di pos operasi agar aktif memberikan himbauan kepada masyarakat untuk selalu menjaga keselamatan selama perjalanan mudik, berhati-hati di jalan, serta mematuhi peraturan lalu lintas.
Himbauan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya personel di pos pelayanan dan pos pengamanan dalam mencegah serta menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya selama masa arus mudik dan arus balik.
Selain itu, Dirlantas Polda Bali juga menekankan pentingnya penyampaian pesan-pesan toleransi dan menjaga harmoni di tengah masyarakat, mengingat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Melalui himbauan tersebut diharapkan masyarakat dapat saling menghormati dan menjaga suasana yang kondusif, sehingga rangkaian perayaan hari besar keagamaan di Bali dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kebersamaan.
( red)

























