BENGKULU, Surya Indonesia.net – Sebuah curahan hati yang menyayat perhatian publik muncul di media sosial. Melalui akun Instagram @ahmadsahroni88, seorang warga mengungkapkan keresahannya terkait dugaan ketidakadilan yang dialami oleh masyarakat kecil di Bengkulu.
Dalam unggahan tersebut, warganet mempertanyakan sikap aparat kepolisian setempat yang dinilai tidak memberikan perlindungan kepada masyarakat yang lemah. Ia bahkan secara langsung menandai Kapolri Listyo Sigit Prabowo, memohon perhatian atas kejadian yang dianggap sangat menyedihkan dan memprihatinkan.
Unggahan itu menyiratkan adanya dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh seorang oknum anggota DPRD yang disebut-sebut dengan mudah melaporkan dan mempidanakan seseorang yang dinilai tidak memiliki kekuatan atau pengaruh. Warga tersebut mengaku ada tekanan agar seseorang dipaksa mengakui perbuatan yang sebenarnya tidak pernah dilakukan.
“Polri Bengkulu gimana sih pak? Tolong perhatian bapak atas kejadian ini. Jangan mentang-mentang anggota DPRD terus dengan mudah mempidanakan orang yang lemah dan memaksa mengaku padahal tidak pernah melakukan,” tulisnya dengan nada penuh harap.
Curahan hati itu menggambarkan rasa takut dan ketidakberdayaan masyarakat kecil ketika berhadapan dengan kekuasaan. Banyak pihak menilai, apabila benar terjadi pemaksaan pengakuan atau kriminalisasi terhadap warga yang tidak bersalah, maka hal tersebut merupakan pukulan telak bagi rasa keadilan masyarakat.
Kasus seperti ini kerap menjadi cermin betapa rapuhnya posisi masyarakat kecil ketika berhadapan dengan kekuatan politik atau jabatan. Di tengah harapan bahwa hukum harus menjadi pelindung bagi semua orang tanpa memandang status sosial, munculnya cerita-cerita seperti ini justru menghadirkan luka dan kekecewaan mendalam.
Publik kini berharap agar pimpinan tertinggi Polri dapat memberi perhatian serius terhadap dugaan kejadian tersebut. Banyak yang berharap Kapolri Listyo Sigit Prabowo dapat memastikan bahwa hukum ditegakkan secara adil, profesional, dan tidak berpihak kepada kekuasaan.
Bagi masyarakat kecil, keadilan bukan sekadar kata. Ia adalah harapan terakhir ketika semua pintu terasa tertutup. Dan ketika suara mereka mulai terdengar melalui media sosial, itu menandakan bahwa ada luka yang ingin disembuhkan, serta harapan agar negara benar-benar hadir untuk melindungi rakyatnya.
Jika benar ada pihak yang dipaksa mengaku atas sesuatu yang tidak pernah dilakukan, maka itu bukan sekadar persoalan hukum. Itu adalah tragedi kemanusiaan yang menyayat hati—sebuah kisah pilu tentang orang kecil yang berjuang mencari keadilan di tengah bayang-bayang kekuasaan.
( red)

























