Bali, Surya Indonesia.net – Perbaikan ruas jalan nasional Denpasar–Gilimanuk yang menjadi urat nadi arus mudik Lebaran 2026 terus dikebut.
Pemerintah menargetkan seluruh proses pengerjaan fisik rampung pada H-10 Lebaran agar tidak menghambat pergerakan pemudik.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah titik kerusakan parah mulai ditambal, bahkan dilakukan pengupasan aspal lama untuk dilapisi ulang. Data Satker PJN Wilayah I Provinsi Bali (BBPJN Jawa Timur–Bali) mencatat terdapat sekitar 36 titik lokasi yang mengalami kerusakan di sepanjang jalur tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi Bali, I Made Mardita, mengungkapkan bahwa progres perbaikan saat ini telah mencapai 60 persen. Targetnya, jalan sudah dalam kondisi mantap dan siap dilalui angkutan Lebaran pada 10 Maret 2026.
“Kami upayakan kondisi jalan aman dulu untuk dilalui kendaraan saat arus mudik. Sesuai SKB (Surat Keputusan Bersama), mulai 11 Maret hingga arus balik usai, tidak boleh ada aktivitas perbaikan jalan agar lalu lintas lancar,” tegas Mardita. Ia menambahkan bahwa perbaikan ini merupakan tahap awal dari program tahun anggaran 2026 yang akan dilanjutkan kembali setelah masa mudik berakhir.
Senada dengan itu, Kabag Ops Polres Jembrana, Kompol I Wayan Suastika, berharap tenggat waktu H-10 dapat terpenuhi. Polres Jembrana juga telah melakukan survei kesiapan sarana prasarana menjelang Operasi Ketupat Agung 2026.
( red)

























