Jakarta,Surya Indonesia.net – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Jakarta Timur dibawah kepemimpinan Jansen Henry Kurniawan menyelenggarakan audiensi sekaligus studi parlemen bersama Komunitas Tenaga Ahli dan Staff Administrasi Fraksi PDIP DPR RI diRuang Rapat Fraksi PDI-P DPR RI pada hari Kamis 5 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman terhadap kerja lembaga legislatif dalam sistem demokrasi Indonesia.
Kegiatan ini merupakan bentuk pendidikan politik kader yang berpijak pada nilai-nilai Marhaenisme, yakni membangun kesadaran kritis mahasiswa sebagai kekuatan moral dan intelektual yang berpihak pada kepentingan rakyat kecil atau yang dalam ajaran Marhaenisme disebut kaum marhaen. Dalam konteks tersebut, memahami proses dan mekanisme kerja lembaga legislatif menjadi penting agar kader GMNI mampu membaca serta mengawal arah kebijakan negara.
Dalam audiensi tersebut, kader GMNI Jakarta Timur mendapatkan pemaparan mengenai peran strategis staf ahli dan tenaga administrasi di lingkungan DPR RI. Peran ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses perumusan kebijakan, penguatan kajian legislasi, pengolahan aspirasi rakyat, hingga dukungan administratif terhadap kerja-kerja politik anggota DPR RI.
Memahami kerja-kerja tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran politik yang konkret, bahwa perjuangan politik tidak hanya berlangsung di ruang-ruang retorika, tetapi juga dalam kerja intelektual, riset, dan administrasi yang menopang lahirnya kebijakan negara.
Feronika Nurlat Latbual selaku Sekretaris DPC GMNI Jakarta Timur menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses kaderisasi ideologis dan organisatoris, agar kader GMNI memiliki pemahaman yang utuh tentang bagaimana lembaga negara bekerja dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
Sebagai organisasi kader ideologis yang berlandaskan ajaran Bung Karno, GMNI memandang penting bagi kader untuk memahami secara langsung bagaimana proses politik berlangsung di parlemen. Kesadaran ini penting agar mahasiswa tidak terjebak pada romantisme politik semata, tetapi mampu mengawal arah kebijakan negara agar tetap berpihak kepada rakyat.
Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan unsur pendukung parlemen untuk membangun kesadaran politik yang progresif, kritis, dan berorientasi pada kepentingan rakyat banyak. Sebagai organisasi perjuangan yang lahir dari rahim pemikiran Bung Karno, GMNI memiliki tanggung jawab historis untuk terus menumbuhkan kader-kader yang memiliki keberpihakan jelas terhadap kaum Marhaen, serta mampu mengambil peran dalam proses pembangunan bangsa dan negara.
Melalui kegiatan audiensi dan studi parlemen ini, DPC GMNI Jakarta Timur menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kader-kader GMNI agar tidak hanya menjadi pengamat politik, tetapi juga menjadi pelaku sejarah yang memperjuangkan cita-cita keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila dan ajaran Marhaenisme.
( red)

























