Tabanan, Surya Indonesia.net – menggelar Rapat Koordinasi Internal Operasi Ketupat Agung 2026 pada Rabu (4/3/2026) pukul 09.30 s/d 10.25 Wita bertempat di Ruang Vicon Sarja Arya Racana. Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, S.I.K., M.H., dihadiri Wakapolres, para Pejabat Utama, serta Kapolsek jajaran guna mematangkan kesiapan pengamanan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 H Tahun 2026.
Dalam paparannya, Kabag Ops menyampaikan analisa tren gangguan kamtibmas yang mengalami peningkatan 36 kejadian (+3%) dibanding tahun sebelumnya. Selain itu dipetakan 30 masjid/musholla, 16 destinasi wisata favorit seperti Tanah Lot, Ulun Danu Beratan, Kebun Raya Bali, dan Jatiluwih, serta sejumlah titik rawan macet dan laka lantas, khususnya di wilayah Kediri, Kerambitan, dan Baturiti yang dipicu peningkatan volume kendaraan dan faktor out of control.
Operasi Ketupat Agung 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, melibatkan 388 personel gabungan terdiri dari 242 personel Polri dan 146 instansi terkait. Pengamanan difokuskan pada Pos Yan Selabih, Pos Terpadu Adipura, serta Pos Pam Ulundanu, Masjid Al Huda, dan Tanah Lot, termasuk pengamanan 750 ogoh-ogoh dengan pelibatan 465 personel serta 65 personel untuk pengamanan Melasti. Berbagai potensi kerawanan H-1, Hari H, dan H+1 Nyepi turut menjadi perhatian serius dalam rakor tersebut.
Kapolres Tabanan menekankan pentingnya rekayasa lalu lintas yang terencana dan tersosialisasi dengan baik kepada seluruh jajaran, serta optimalisasi pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat. Selain itu, kesiapan sarana prasarana, khususnya dukungan komunikasi dan perlengkapan perorangan, agar segera dilengkapi dan diseragamkan. Secara keseluruhan, kegiatan rakor berlangsung aman dan kondusif sebagai wujud kesiapan Polres Tabanan dalam menyukseskan Ops Ketupat Agung 2026.
( red)

























