Mangupura, Surya Indonesia.net – Lontar Roga Sanghara Bhumi adalah kitab suci Hindu Bali yang menjelaskan tanda-tanda alam, penyebab bencana (kerusakan bumi), serta mitigasi spiritual melalui upacara (caru/yadnya) untuk mengatasi penyakit dan kemalangan.
Isinya menekankan bahwa bencana terjadi akibat kotornya perilaku manusia, dan menuntut penyucian alam (labuh gentuh) untuk mengembalikan keseimbangan.
Poin Penting Lontar Roga Sanghara Bhumi
Makna , Roga (penyakit/kemalangan), Sanghara (pembinasaan/peleburan), Bhumi (bumi). Secara harfiah berarti peleburan penyakit di bumi.
Penyebab Bencana, Perbuatan manusia yang kotor, rusaknya moral, serta pemimpin yang sewenang-wenang menyebabkan dewa murka.
Tanda-tanda Alam (Durmanggala), Fenomena tidak wajar, seperti hewan liar masuk rumah, pelangi di keraton, hujan d. arah, atau gempa terus-menerus pada bulan tertentu.
Mitigasi Spiritual, Melaksanakan upacara pembersihan, seperti Panca Wali Krama di Pura Besakih setiap 10 tahun atau sesuai tuntunan, untuk menetralisir dampak negatif.
Tujuannya untuk Mengembalikan keharmonisan alam dan manusia (Jagadhita).
Lontar ini sering dijadikan acuan untuk upacara Panca Wali Krama atau Eka Dasa Rudra dalam konsep Hindu di Bali.
Sangat disayangkan nggih Semeton, Ogoh Ogoh sebagus ini di diskualifikasi,karena lebar melebihi batas REGULASI.
KEEP SPIRIT buat St yowanapratyaksa, semoga di tahun berikutnya bisa kembali memeriahkan lomba Ogoh Ogoh di puspem BADUNG.
( red)

























