Breaking News

Semua Bisa Umroh.Tugas Kita Memantaskan, Bukan Memastikan.

Rabu, 25 Februari 2026 - 02:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, Surya Indonesia.net – Banyak orang merasa umroh adalah ibadah bagi mereka yang mapan secara finansial atau sudah siap secara total. Sebagian lagi menunda karena merasa belum pantas, belum cukup ilmu, atau belum cukup amal. Padahal, pintu umroh selalu terbuka bagi siapa saja yang dipanggil Allah. Yang menjadi tugas manusia bukan memastikan keberangkatan, tetapi memantaskan diri untuk diundang.

“Semua orang bisa umroh, tetapi tidak semua orang dipanggil. Tugas kita bukan memastikan berangkat, melainkan memantaskan diri agar layak diundang,” ujar Evi Indriyani salah satu jamaah Samira Travel Jatim yang dibimbing oleh Ustadz Nafi Unnas. Beliau tidak hanya berangkat sendiri, namun Allah izinkan Bersama 8 anggota keluarganya.

Menurutnya, banyak jamaah yang berangkat dengan kondisi sederhana, bahkan secara ekonomi terbatas. Namun karena niat tulus dan usaha sungguh-sungguh, Allah mudahkan jalan mereka. Ada yang menabung bertahun-tahun, ada yang mendapat rezeki tak terduga, ada yang berangkat dari hadiah anak, bahkan ada yang diundang mendadak. Semua itu menunjukkan bahwa umroh bukan semata urusan kemampuan manusia, tetapi kehendak Allah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memantaskan diri dimulai dari memperbaiki niat. Umroh bukan untuk pamer foto di depan Ka’bah, bukan untuk status sosial, bukan pula untuk sekadar jalan-jalan. Umroh adalah perjalanan hati menuju Allah. Niat yang lurus akan mengundang keberkahan, bahkan sebelum kaki melangkah ke Tanah Suci.

Selain niat, memantaskan diri berarti memperbaiki ibadah harian. Shalat tepat waktu, menjaga lisan, menunaikan amanah, memperbanyak sedekah, dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Sebab perjalanan umroh bukan hanya fisik, tetapi perjalanan ruhani. “Kalau ingin dipanggil Allah ke Tanah Suci, perbaiki dulu hubungan dengan Allah dan manusia. Itu bentuk kita memantaskan diri,” kata alumni Pesantren Darussalam Gontor tersebut.

Sebagai dosen di UIN Sunan Ampel Surabaya, ia menambahkan bahwa ilmu juga bagian dari memantaskan diri. Jamaah yang belajar manasik dengan sungguh-sungguh akan lebih khusyuk saat ibadah. Mereka memahami makna thawaf, sa’i, dan doa-doa yang dipanjatkan. Ilmu membuat ibadah tidak sekadar ritual, tetapi kesadaran mendalam.

Dalam pengalamannya membimbing jamaah bersama Samira Travel, ia melihat banyak kisah mengharukan. Ada tukang becak yang akhirnya bisa umroh, ada ibu rumah tangga yang berangkat setelah puluhan tahun menabung recehan, ada pemuda yang berangkat setelah memperbaiki hidupnya. Semua kisah itu menunjukkan bahwa panggilan Allah tidak melihat status, tetapi kesungguhan.

“Jangan tanya kapan berangkat, tapi tanyakan apakah kita sudah pantas diundang,” ujarnya. Menurutnya, jika Allah belum memanggil, mungkin ada yang perlu diperbaiki dalam diri. Bukan putus asa, tetapi memperbaiki diri dengan sabar.

Karena itu, siapa pun bisa umroh. Tidak harus kaya, tidak harus sempurna, tidak harus menunggu tua. Yang dibutuhkan adalah hati yang rindu dan usaha yang tulus. Ketika manusia memantaskan diri, Allah yang memastikan jalannya. Umroh bukan hanya perjalanan menuju Makkah, tetapi perjalanan menuju kerendahan hati. Dan ketika hati sudah siap, undangan Allah akan datang pada waktu yang paling tepat.
(Redho)

Berita Terkait

Rapim Polda Bali 2026: Perkuat Sinergi dan Stabilitas Kamtibmas untuk Dukung Program Pemerintah
Waka Polsek Selemadeg Koordinasi Perbaikan Jembatan Antap
Perambahan Hutan Pendem Jembrana Disorot, Izin KTH Disebut Bisa Dicabut Jika Terbukti Melanggar
Status dan Saling Sindir di Media Sosial, Nama Gusti Putu Artha Kembali Jadi Sorotan
Konfirmasi Berujung Ketegangan, Oknum Pegawai SPBU 54-601-89 Diduga Bersikap Tidak Profesional terhadap Pers
Musyawarah Desa Jambu Terapkan Penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa 2026
Bhabinkamtibmas Desa Saba Cek TKP Candi Bentar Pura Kayangan Dalem Kauh yang Rubuh Akibat Hujan Lebat
Polres Gianyar Sosialisasikan Penerimaan Calon Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 kepada Pelajar

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 02:55 WIB

Rapim Polda Bali 2026: Perkuat Sinergi dan Stabilitas Kamtibmas untuk Dukung Program Pemerintah

Rabu, 25 Februari 2026 - 02:53 WIB

Waka Polsek Selemadeg Koordinasi Perbaikan Jembatan Antap

Rabu, 25 Februari 2026 - 02:51 WIB

Perambahan Hutan Pendem Jembrana Disorot, Izin KTH Disebut Bisa Dicabut Jika Terbukti Melanggar

Rabu, 25 Februari 2026 - 02:46 WIB

Status dan Saling Sindir di Media Sosial, Nama Gusti Putu Artha Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 25 Februari 2026 - 02:45 WIB

Konfirmasi Berujung Ketegangan, Oknum Pegawai SPBU 54-601-89 Diduga Bersikap Tidak Profesional terhadap Pers

Selasa, 24 Februari 2026 - 18:07 WIB

Musyawarah Desa Jambu Terapkan Penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa 2026

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:15 WIB

Bhabinkamtibmas Desa Saba Cek TKP Candi Bentar Pura Kayangan Dalem Kauh yang Rubuh Akibat Hujan Lebat

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:13 WIB

Polres Gianyar Sosialisasikan Penerimaan Calon Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 kepada Pelajar

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Waka Polsek Selemadeg Koordinasi Perbaikan Jembatan Antap

Rabu, 25 Feb 2026 - 02:53 WIB