Bali, Surya Indonesia.net – Sejumlah ruas jalan nasional Denpasar – Gilimanuk, tepatnya di Jembatan Penyalin, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, berlubang.
Parahnya, lubang jalan tepat di sambungan jembatan ini berbentuk cekungan hingga berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Jalan berlubang itu sudah terjadi sejak lama. Meskipun sudah sempat ditutup aspal, namun sambungan dari jembatan tersebut terus terkikis sehingga menimbulkan lubang. Tak hanya itu sejumlah ruas jalan trotoar di sekitaran jalur tersebut banyak rusak. Trotoar rusak menimbulkan lubang cukup besar yang disinyalir menganggu pejalan kaki.
Terkait hal tersebut, Pemkab Tabanan menegaskan penanganan jalan rusak di ruas jalan nasional adalah ketentuan dari Satker PJN (Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional) Wilayah I BPJN Jawa Timur – Bali. Namun, upaya koordinasi sudah terus dilakukan.
Sekretaris Dinas PUPRPKP Tabanan I Gede Partana menegaskan koordinasi dengan pihak terkait sudah dilakukan untuk pembenahan. Termasuk got yang tersumbat sampah di Desa Abiantuwung juga sudah dikoordinasikan untuk pembenahan. “Kami juga koordinasikan pembenahan ruas jalan di Banjar Lumajang, Desa Samsam, Kerambitan. Semoga segera bisa diatasi,” katanya.
Dihubungi terpisah, Penjabat Pembuat Komitmen I.2 Bali I Made Mardita menegaskan, secara umum jelang lebaran pembenahan jalan di Jalur Denpasar – Gilimanuk sudah dilaksanakan, terutama jalur Antosari – Gilimanuk. “Untuk perbaikan di ruas jalan Penyalin Samsam beda tugas. Tapi, kami segera koordinasikan hal itu,” jelasnya.
Khusus di jalur dari Antosari – Gilimanuk pembenahan jalan sudah dilakukan. Ada 36 titik segmen dan 6 jembatan yang diperbaiki. Khusus yang segmen pihaknya membenahi jalan berlubang dan rusak. “Yang jembatan kita memperbaiki bagian joint agar tidak menimbulkan lubang,” terangnya.
( red)

























