Tabanan, Surya Indonesia.net – Bertepatan dengan Rahina Tilem Sasih Kawolu yang jatuh pada Soma Wage Wuku Prangbakat, Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan yang beragama Hindu melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Swagina sebagai bagian dari penguatan pembinaan spiritual di lingkungan Lapas, Senin (16/02).
Kegiatan persembahyangan ini menjadi ruang refleksi dan pendalaman nilai-nilai keagamaan bagi Warga Binaan. Suasana khidmat yang tercipta tidak hanya menghadirkan ketenangan batin, tetapi juga memperkuat komitmen untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.
Pelaksana Tugas Kepala Sub Seksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Made Dwitya Bhargo, menyampaikan bahwa Rahina Tilem merupakan momentum sakral yang sarat makna spiritual. Menurutnya, kegiatan keagamaan secara rutin menjadi fondasi penting dalam membangun karakter Warga Binaan.
“Pembinaan kerohanian bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang lebih sadar, disiplin, dan bertanggung jawab. Melalui penguatan iman dan ketakwaan, kami berharap Warga Binaan memiliki bekal moral ketika kembali ke tengah masyarakat,” jelas Bhargo.
Sementara itu, Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan bahwa pembinaan spiritual merupakan komponen integral dalam sistem Pemasyarakatan. “Lapas tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga pembinaan kepribadian. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kami berupaya menciptakan lingkungan yang harmonis dan kondusif serta mendorong Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri,” tegasnya.
Dengan terlaksananya persembahyangan Rahina Tilem ini, diharapkan nilai-nilai spiritual semakin tertanam kuat dalam diri Warga Binaan sebagai bekal membangun masa depan yang lebih baik.
( red)

























