
Ngawi,Suryaindonesia.net 12 Februari 2026 – Dugaan kecurangan dalam seleksi lomba Festival Competition AL Falah membuat salah seorang wali murid TK dharma wanita beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, kecewa berat. NR, wali murid dari TK Dharma Wanita Beran yang anaknya ikut serta, menuduh panitia dan guru bersekongkol memihak salah satu peserta sejak awal.
Guru sering disebut pahlawan tanpa tanda jasa yang membentuk generasi penerus bangsa cerdas dan berpotensi. Namun, kasus ini justru menunjukkan dugaan kesenjangan sosial dan kurangnya tanggung jawab, yang mengubur semangat serta mimpi peserta didik.
Menurut NR, panitia awalnya mengumumkan nomor 31 (anaknya) sebagai pemenang perwakilan sekolah. Tapi, nomor tersebut tiba-tiba didiskualifikasi tanpa pemberitahuan atau konfirmasi. “Saya sangat kecewa. Anak saya diumumkan menang, tapi tiba-tiba didiskualifikasi. Saya diperlakukan berbeda, seolah tak dikenal,” ungkap NR saat ditemui wartawan.
NR menambahkan, aturan penilaian yang disampaikan juri dari MI Al Falah secara terbuka menyebut peserta yang melebihi garis akan didiskualifikasi. Namun, pada seleksi kedua, panitia tetap memilih nomor 5 yang diduganya diusung Sejak awal, meski melanggar aturan. “Ini keputusan tidak profesional. Pendamping yang ikut serta juga tahu, tapi guru sepakat memihak,” katanya.
NR sudah mengadu ke kepala sekolah (kepsek), tapi responsnya dinilai tidak memadai dan cenderung memihak. “Saya minta penjelasan, tapi tak kunjung jelas,” pungkasnya. NR berencana membawa kasus ini ke kemenag Ngawi terkait untuk ditindaklanjuti.Hingga berita ini diturunkan, pihak MI Al Falah belum bisa dikonfirmasi untuk tanggapan resmi.
Kasus ini menimbulkan kekhawatiran soal transparansi dan profesionalisme dalam kegiatan sekolah .( red )

























