Bali,Surya Indonesia.net – Wakapolda Bali, Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K. menyampaikan sejumlah arahan strategis kepada personel Polri dan ASN saat memimpin apel pagi di halaman Mapolda Bali, Senin (9/2/2026). Apel tersebut menjadi apel perdana sejak dirinya resmi menjabat sebagai Wakapolda Bali.
Mengawali arahannya, Wakapolda memperkenalkan diri sekaligus mengajak seluruh personel memperkuat soliditas dan kerja sama dalam pelaksanaan tugas. Ia menegaskan pentingnya disiplin dan profesionalisme sebagai fondasi utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta menjalankan peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Wakapolda menyoroti tingginya angka kriminalitas, khususnya kasus pencurian sepeda motor (curanmor) di Bali. Berdasarkan data Januari 2026, tercatat 39 kasus curanmor terjadi di wilayah hukum Polda Bali.
“Hal ini yang harus kita atensi ke depan. Mari kita bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di Bali agar masyarakat merasa tenang dan nyaman dengan kehadiran kita,” tegasnya.
Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K. juga mengingatkan seluruh personel untuk mendukung program pemerintah, termasuk gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang saat ini dibahas dalam rapat pimpinan Polri di Jakarta.
Menurutnya, program tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan Presiden dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata, sehingga pengelolaan sampah harus dioptimalkan secara menyeluruh.
“Saya ingatkan lagi, kita harus bekerja keras terutama dalam mendukung program-program pemerintah,” ujarnya.
Menutup arahannya, jenderal lulusan Akpol 1992 ini menekankan pentingnya menjaga disiplin yang berdampak langsung pada tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Ia secara tegas melarang personel terlibat dalam praktik judi online.
“Saya berharap tidak ada personel Polda Bali yang mengakses atau bermain judi online. Jangan sampai ada anggota yang terjerumus dan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Mari kita sayangi diri kita sendiri sejak dini,” kata Wakapolda.
Selain itu, ia mengimbau seluruh personel untuk tertib berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan berkendara. Mantan Wakil Direktur Eksekutif Densus 88 Anti Teror Polri tersebut juga menegaskan larangan penggunaan kendaraan bodong di lingkungan Polda Bali.
“Sebelum kita menertibkan masyarakat, mulailah dari kesadaran kita untuk patuh terhadap aturan. Saya juga tekankan agar tidak ada personel yang menggunakan kendaraan bodong,” pungkasnya.
( red)

























