Probolinggo, Surya Indonesia.net – Sabtu 07 Feb 2026 Upaya memberi kontribusi bagi masyarakat utamanya dalam penggunaan akses jalan di Desa Sumberejo Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, diwujudkan oleh pengelola PT. Sarana Tanjung Tembaga (STT), yang memperbaiki atau membenahi jalan rusak akibat dampak lalu lalang kendaraan berat menuju pembangunan tol Probowangi, Sabtu (07/2).
Perusahaan yang bergerak dibidang pasokan batubara untuk PLTU Paiton ini melibatkan kurang lebih 70 karyawan dalam melakukan kerja bakti membersihkan dan menimbun ratusan lubang diruas jalan desa sepanjang 200 meter.
Menurut Achmad Faqih Wahyudi, karyawan yang membidangi Safety di PT. STT, saat ditemui dilokasi kerja bakti mengatakan kegiatan ini merupakan satu bentuk respek perusahaan pada masyarakat dan wujud dukungan perusahaan terhadap pembangunan infrastruktur lokal, terlebih jalan desa digunakan warga sehari hari yang terkesan rusak parah dan jelas sangat membahayakan pengguna jalan ini. “Kami berharap dengan perbaikan jalan ini, mobilitas warga menjadi lebih lancar dan tentunya mendukung aktifitas ekonomi dan sosial di desa ini.”ujarnya.
Lebih lanjut Faqih mengatakan, keresahan warga makin terlihat saat terjadi genangan air dibawah jembatan akses jalan tol di desa tersebut. Warga menuntut adanya tanggungjawab dari PT. PP (Perusahaan Pembangunan) yang selama ini mempunyai wewenang dalam pengerjaan jalan tol termasuk lingkungkungan yang dilalui Proyek Strategis Nasional ini.
Tuntutan masyarakat desa Sumberrejo sebenarnya tidak berlebihan, warga cuma meminta pihak pengelala (PT.PP) membuatkan irigasi di bawah jembatan Tol agar genangan yang terjadi tidak berkepanjangan dan membahayakan pemakai jalan.
Perbaikan jalan yang dilakukan secara kolaboratif antara karyawan PT. STT dan beberapa perwakilan masyarakat desa, termasuk membantu dalam pengawasan dan penyediaan dukungan logistik sederhana, sehingga kegiatan tersebut berjalan cukup lancar. Begitu juga bahan bangunan yang digunakan untuk perbaikan jalan berasal dari alokasi dana perusahaan yang disiapkan khusus untuk program tanggung jawab sosial terhadap masyarakat sekitar.
Terkait adanya genangan air setinggi 30 cm yang cukup meresahkan, warga berharap adanya itikat baik PT.PP untuk segera memenuhi permintaan warga (membuat aliran irigasi). “Kami mengharapkan PT. PP (Perusahaan Pembangunan) sebagai pihak yang terkait dengan pembangunan dan pengelolaan jembatan Tol tersebut dapat segera mengambil tindakan.”ujar salah seorang warga.
Ironisnya, justru pihak PT.PP berasumsi bahwa genangan air hujan tersebut menjadi tanggungjawab pengelola PT.STT. Hal yang dianggap diluar nalar dan tidak ada korelasinya jika pengelola STT disuruh mengatasi adanya genangan air ini, mengingat perusahaan tersebut tidak berkecimpung dalam pengelolaan akses pembangunan jalan tol.
( Yib.mas )

























