SURYA INDONESIA NET-
Pembangunan jembatan gantung di Desa Danau Rata, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, menuai sorotan tajam karena kedalaman pondasi tiang hanya dua meter. Mantan Ketua BPD Desa Danau Rata mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat berisiko, mengingat jembatan tersebut dirancang untuk menahan beban berat dan berada di kawasan rawan banjir.
“Kami harapkan kepada Dinas yang terkait tolong turun langsung ke lokasi bangunan ini, warga harapkan keroscek ulang atau audit ulang’ supaya bangunan ini sangat bagus untuk warga Desa,” kata salah satu warga desa.
Tiang penyangga jembatan dicor setinggi empat meter, namun galian pondasi di dalam tanah hanya sedalam dua meter, sementara dua meter lainnya berada di atas permukaan tanah. Kekhawatiran semakin menguat setelah air banjir mulai merendam area sekitar pondasi tiang, yang berpotensi menimbulkan pengikisan tanah dan mengurangi daya cengkeram pondasi.
Sumber mempertanyakan dasar perencanaan teknis proyek tersebut dan menilai kedalaman pondasi dua meter untuk jembatan gantung di wilayah aliran air tidak bisa dianggap sepele. “Pertanyaannya sederhana: apakah ini sudah sesuai standar konstruksi? Apakah jembatan ini bisa bertahan lama? Dan apakah tidak berisiko ambruk dalam kondisi banjir dan beban penuh?” ujarnya.
Warga desa meminta dinas teknis terkait untuk melakukan kroscek langsung ke lapangan dan audit teknis menyeluruh untuk memastikan kesesuaian pondasi dengan standar konstruksi jembatan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait mengenai alasan teknis penggunaan pondasi dengan kedalaman hanya dua meter.
(HR)

























