
Ngawi,Suryaindonesia.net 3 Februari 2026 – Hujan deras dengan intensitas sedang hingga tinggi belakangan ini kerap menyebabkan genangan air di Jalan Nasional Ngawi-Caruban, tepatnya di Dusun Bugel, Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi. Banjir ini diduga akibat program industrialisasi yang kurang memperhatikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), di mana saluran air tak mampu menampung volume limbah dari beberapa pabrik di sekitar kawasan.
Kondisi ini sangat mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan. Kendaraan roda dua maupun empat sering terhambat, sementara risiko kecelakaan meningkat akibat jalan licin dan penglihatan terhalang air. “Setiap hujan deras, jalan ini seperti sungai kecil. Sopir truk dan warga lokal kesulitan lewat, apalagi malam hari,” ujar salah seorang warga Dusun Bugel yang enggan disebut namanya.
Tak hanya itu, banjir juga berdampak pada sektor pertanian. Saat musim tanam padi, air genangan meresap ke area persawahan utara lokasi, merusak tanaman padi petani. “Panen bisa gagal total jika genangan tak segera diatasi. Kami butuh solusi dari pemerintah dan pengusaha pabrik,” keluhkan seorang petani setempat.
Hingga kini, pihak pemerintah daerah dan pengelola pabrik belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan ini. Warga mendesak segera dilakukan evaluasi daya tampung saluran air dan penegakan AMDAL yang lebih ketat untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.(Adi.pr)

























