Sutyaindonesia.net
MINUT (KEMA) — Majelis Taklim ALHIKAM KEMA 3 menutup rangkaian kegiatan pra-Ramadan melalui sebuah majelis yang berlangsung khidmat pada Jumat malam, 30 Januari 2026, sekitar pukul 21.00 WITA. Kegiatan tersebut digelar di KEMA 3, tepatnya di kediaman Bapak Dwi Setiawan, Marasa Besi.
Penutupan majelis ini dihadiri jamaah ALHIKAM dari wilayah Girian dan KEMA. Suasana kebersamaan dan kekhusyukan terasa kuat sepanjang kegiatan, yang menjadi penanda berakhirnya rangkaian majelis rutin sekaligus momentum persiapan spiritual menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Tausiah disampaikan oleh Habib Rahmat Bil Faqih, yang mengajak jamaah menjadikan bulan Sya’ban sebagai ruang evaluasi diri dan penguatan niat dalam menyambut Ramadan. Ia menekankan bahwa majelis taklim memiliki peran penting sebagai sarana pembinaan akhlak, adab, serta peningkatan kualitas keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Habib Rahmat Bil Faqih, ilmu yang diperoleh melalui majelis tidak cukup berhenti pada pemahaman semata, melainkan harus tercermin dalam sikap dan perilaku. Pengamalan nilai-nilai keislaman tersebut dapat diwujudkan melalui sikap santun, menjaga silaturahmi, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menjelang Ramadan, jamaah diajak untuk meningkatkan kualitas ibadah, saling menguatkan dalam kebaikan, serta memulai perubahan dari diri sendiri agar mampu menjalani kehidupan dengan keimanan yang kuat dan adab yang terjaga.
Dalam penutup tausiahnya, Habib Rahmat Bil Faqih mengingatkan bahwa kesiapan menyambut bulan suci Ramadan tidak hanya tercermin dari ibadah ritual, tetapi juga dari akhlak, adab, serta kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap, nilai-nilai yang diperoleh melalui majelis taklim dapat terus diamalkan secara konsisten, sehingga Ramadan menjadi titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik dan masyarakat yang lebih beradab.
Melalui penutupan rangkaian kegiatan Majelis ALHIKAM KEMA 3 ini, diharapkan seluruh jamaah dapat menyambut bulan suci Ramadan dengan kesiapan spiritual yang matang, serta terus mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.
Jurnalis ; Sofyan Dapat

























