Bangli , Surya Indonesia.net – Dalam rangka menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H Tahun 2026, Polres Bangli melaksanakan Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Keselamatan Agung 2026, bertempat di Ruang Rupatama Polres Bangli, Jumat (30/01/2026) pukul 08.00 s.d. 10.00 WITA.
Kegiatan Lat Pra Ops Keselamatan Agung 2026 dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Polres Bangli KOMPOL I Gede Sudyatmaja, S.H., M.H. dan diikuti oleh seluruh personel yang terlibat dalam operasi.
Latihan Pra Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dan profesionalisme personel dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2026, melalui penyamaan persepsi, peningkatan sinergi antarinstansi terkait, serta penyusunan strategi operasi yang efektif dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut:
Kabagops Polres Bangli KOMPOL Bambang Haryanto, S.H.;
Kasat Lantas Polres Bangli AKP Rike Astuti, S.Tr.K., S.I.K.;
Para Pejabat Operasi Keselamatan Agung 2026;
Peserta Lat Pra Ops Keselamatan Agung 2026 sebanyak 72 personel.
Dalam arahannya, Wakapolres Bangli menekankan beberapa hal penting, antara lain:
Seluruh Kasatgas, pejabat, dan personel operasi diharapkan memahami tugas, tanggung jawab, serta mekanisme pelaporan dalam pelaksanaan Ops Keselamatan Agung 2026.
Personel yang terlibat diminta mengikuti Lat Pra Ops dengan serius dan penuh tanggung jawab agar mampu melaksanakan tugas sesuai SOP.
Operasi Keselamatan Agung 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, dengan tujuan meningkatkan disiplin berlalu lintas, menurunkan angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, menekan pelanggaran lalu lintas, serta meningkatkan citra Polantas di mata masyarakat.
Seluruh personel diharapkan melaksanakan tugas dengan baik, tulus, dan ikhlas, serta menjalin komunikasi yang efektif antar satgas guna menghindari terjadinya miskomunikasi di lapangan.
Kegiatan Lat Pra Ops dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Karendal Ops dan masing-masing Kasatgas, sebagai bekal teknis dan taktis dalam pelaksanaan operasi.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar.
( red)

























