Denpasar,Surya Indonesia.net – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menghadiri rapat bersama Forkopimda Provinsi Bali sekaligus menerima audiensi Wakil Gubernur NTT beserta rombongan, Jumat (30/1/2026), bertempat di Ruang Pertemuan Kertha Sabha, Kediaman Gubernur Bali Jaya Sabha, Denpasar.
Rapat yang dipimpin Gubernur Bali I Wayan Koster dan diikuti sekitar 50 peserta ini
Turut hadir Kapolda Bali, Kajati Bali, Wakil Gubernur NTT, Danrem 163/WSA, Danrem 161/WS, Karo Hukum Prov. Bali, Kasat Pol PP Prov. Bali, Bupati Karangasem, Wakil Walikota Denpasar, Bupati Sumba Barat, Bupati Sumba Barat Daya, Bupati Sumba Timur, Wakil Bupati Sumba Tengah serta Tokoh Diaspora Masyarakat NTT untuk membahas isu-isu aktual terkait dinamika sosial kemasyarakatan, khususnya hubungan antara masyarakat Bali dan pendatang asal NTT, guna menjaga stabilitas keamanan serta kondusivitas Bali sebagai destinasi wisata dunia.
Gubernur Bali menegaskan pentingnya penyelesaian persoalan secara komprehensif dari hulu hingga hilir melalui sinergi pemerintah daerah, Forkopimda, serta tokoh masyarakat, dengan mengedepankan pencegahan konflik horizontal dan perlindungan terhadap seluruh warga yang tertib administrasi.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan permohonan maaf atas perilaku segelintir oknum diaspora NTT yang mengganggu keharmonisan di Bali. Ia menegaskan komitmen Pemprov NTT untuk melakukan pembinaan, pengawasan, serta mendukung penegakan hukum, sekaligus mengimbau seluruh warga NTT di perantauan agar menghormati adat, budaya, dan hukum setempat.
Sejumlah kepala daerah dari wilayah Sumba turut menyampaikan permohonan maaf dan komitmen untuk meningkatkan pembinaan masyarakat serta membuka lapangan kerja di daerah asal guna menekan permasalahan serupa.
Sementara itu, Kapolda Bali dan Kajati Bali menekankan pentingnya penguatan pengawasan melalui kelengkapan administrasi, keterlibatan pemberi kerja, serta patroli siber untuk mencegah penyebaran konten provokatif.
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyampaikan bahwa Bali sebagai ikon pariwisata nasional memerlukan perhatian dan tanggung jawab bersama. Ia menegaskan TNI siap bersinergi dengan seluruh unsur untuk menjaga stabilitas keamanan agar permasalahan serupa tidak terulang.
“Saya selaku Pangdam Udayana menegaskan bahwa Bali sangat sensitif sebagai ikon pariwisata dan kita tidak akan membiarkan tindakan segelintir oknum merusak ketentraman bersama. TNI siap bersinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan tokoh masyarakat untuk melakukan pembinaan, pengawasan, serta langkah-langkah preventif yang terukur,” ujar Pangdam.
Rapat ditutup dengan kesepakatan penerapan pola penanganan hulu–hilir, mulai dari rekomendasi dan pembekalan warga sebelum merantau hingga penegakan aturan administrasi di daerah tujuan, demi terwujudnya Bali yang aman, damai, dan harmonis.
Sementara itu Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si., dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa Kodam IX/Udayana mendukung penuh langkah-langkah sinergis yang ditempuh pemerintah daerah bersama Forkopimda dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Bali.
Kodam IX/Udayana terus berkomitmen memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mencegah potensi konflik, menjaga kondusivitas wilayah, serta memastikan Bali tetap aman, damai, dan nyaman sebagai destinasi pariwisata dunia,” tegasnya.
( red)

























