Breaking News

Cuaca buruk yang melanda perairan Selat Bali dalam beberapa hari terakhir mulai memukul ekonomi nelayan

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jembrana, Surya Indonesia.net – Cuaca buruk yang melanda perairan Selat Bali dalam beberapa hari terakhir mulai memukul ekonomi nelayan di Desa Pengambengan, Jembrana. Angin kencang yang terus menderu memaksa para nelayan membatasi aktivitas melaut demi keselamatan nyawa.

Kondisi laut yang tidak stabil membuat mayoritas nelayan memilih untuk tetap berada di darat atau hanya melaut di area pesisir. Bagi perahu berukuran sedang, risiko terjangkau angin kencang dinilai terlalu besar untuk memaksakan diri ke tengah samudra.

Salah satu pemilik perahu, Haiduri, mengungkapkan penurunan tajam yang dialami para nelayan. Dalam kondisi cuaca normal, satu kapal mampu membawa pulang sedikitnya 10 ton ikan, bahkan sempat menyentuh angka 42 ton saat musim puncak. Namun kini, mendapatkan 1,5 ton saja sudah menjadi tantangan berat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekarang paling dapat 1,5 ton. Biasanya bisa 10 ton. Penurunannya hampir 75 persen. Angin kencang lebih berisiko, jadi kami tidak berani jauh melaut,” ujar Haiduri saat ditemui di kawasan pantai, Senin 26 Januari 2026.

Meski nelayan tetap mencoba melaut sesuai rekomendasi pihak perikanan setempat, peluang untuk meraup hasil maksimal sangat kecil. Dampaknya mulai terasa di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pengambengan yang kini tampak lebih lengang dari biasanya.

Saat ini, para nelayan hanya bisa berharap kondisi cuaca di Selat Bali segera membaik. Pulihnya stabilitas angin menjadi tumpuan utama agar mereka dapat kembali berlayar jauh dan memulihkan pendapatan keluarga yang sempat terpuruk.

( red)

Berita Terkait

Pulihkan Pasca-Banjir Bandang, Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor Bersihkan Sungai di Agam
Kunjungan Ke Media Bid Humas Berharap Tingkatkan Sinergitas
Dituntut Hukuman Mati, Terdakwa Ganja 214 Kg Kabur Usai Sidang
Kodam IX/Udayana Gandeng PMI Bali Gelar Donor Darah Peringati HUT ke-80 Persit KCK Tahun 2026
Sinergi Polsek Densel Tertibkan Parkir Liar di Jalan Danau Tamblingan Sanur
Respon Cepat Polisi Tindaklanjuti Laporan WNA Kehilangan Handphone
Unit Lalu Lintas Polsek Dentim Sigap Atur Arus, Antisipasi Kemacetan Akibat Truk Pecah Ban di Simpang Waribang
Sambangi Tokoh Agama, Unit Binmas Polsek Dentim Serahkan Karpet dan Sejadah di Mushola Alhikmah

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:59 WIB

Pulihkan Pasca-Banjir Bandang, Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor Bersihkan Sungai di Agam

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:56 WIB

Kunjungan Ke Media Bid Humas Berharap Tingkatkan Sinergitas

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:53 WIB

Dituntut Hukuman Mati, Terdakwa Ganja 214 Kg Kabur Usai Sidang

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:51 WIB

Cuaca buruk yang melanda perairan Selat Bali dalam beberapa hari terakhir mulai memukul ekonomi nelayan

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:48 WIB

Kodam IX/Udayana Gandeng PMI Bali Gelar Donor Darah Peringati HUT ke-80 Persit KCK Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:02 WIB

Respon Cepat Polisi Tindaklanjuti Laporan WNA Kehilangan Handphone

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:00 WIB

Unit Lalu Lintas Polsek Dentim Sigap Atur Arus, Antisipasi Kemacetan Akibat Truk Pecah Ban di Simpang Waribang

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:58 WIB

Sambangi Tokoh Agama, Unit Binmas Polsek Dentim Serahkan Karpet dan Sejadah di Mushola Alhikmah

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Kunjungan Ke Media Bid Humas Berharap Tingkatkan Sinergitas

Rabu, 28 Jan 2026 - 13:56 WIB

Serba-Serbi

Dituntut Hukuman Mati, Terdakwa Ganja 214 Kg Kabur Usai Sidang

Rabu, 28 Jan 2026 - 13:53 WIB