Breaking News

Advokat dan Polisi Setara sebagai Pilar Penegakan Hukum

Selasa, 27 Januari 2026 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Adv. Yohakim Jante Joni, S.H., C.MSP., C.NSP. (Joao Moath)

Bali, Surya Indonesia.net – Dalam sistem peradilan pidana terpadu (Integrated Criminal Justice System), kedudukan Advokat (Pengacara) dan Kepolisian Republik Indonesia sejatinya berada pada posisi yang setara sebagai pilar penegakan hukum. Kesetaraan ini tidak hanya memiliki dasar normatif, tetapi juga filosofis dalam rangka menjamin keadilan dan perlindungan hak asasi manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara yuridis, kesetaraan tersebut ditegaskan melalui peraturan perundang-undangan. Kepolisian diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 dengan tugas utama memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta melakukan penyidikan. Sementara itu, Advokat diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003. Pasal 5 ayat (1) secara tegas menyatakan bahwa advokat berstatus sebagai penegak hukum yang memiliki kedudukan bebas dan mandiri serta dijamin oleh hukum.

Dalam praktik penegakan hukum, sistem hukum Indonesia menerapkan prinsip check and balances. Polisi memiliki kewenangan mencari dan mengumpulkan alat bukti guna membuat terang suatu tindak pidana. Di sisi lain, advokat bertugas memastikan hak-hak tersangka atau terdakwa terpenuhi serta seluruh proses hukum dijalankan sesuai prinsip due process of law.

Namun, batas peran tersebut harus dijaga secara profesional. Setiap bentuk intervensi, seperti menghalangi advokat bertemu klien, membatasi pendampingan hukum, atau mengintimidasi pengacara dalam proses pemeriksaan, bukan hanya pelanggaran etik, tetapi juga berpotensi melanggar hak asasi manusia. Kebebasan advokat dalam menjalankan tugasnya merupakan prasyarat penting bagi terciptanya putusan pengadilan yang objektif dan adil.

Profesionalisme juga tercermin dalam etika komunikasi. Polisi wajib memberikan akses informasi mengenai status penahanan dan jadwal pemeriksaan kepada pengacara. Sebaliknya, advokat dilarang melakukan lobi di luar prosedur hukum, termasuk suap atau gratifikasi, demi memengaruhi penanganan perkara.

Integritas alat bukti menjadi aspek paling krusial dalam penegakan hukum. Polisi dilarang memanipulasi atau merekayasa barang bukti demi mengejar target penyelesaian perkara. Advokat pun dilarang menyarankan klien untuk berbohong, menghilangkan barang bukti, atau menghadirkan saksi palsu di bawah sumpah.

Selain itu, perlindungan terhadap kerahasiaan hubungan advokat dan klien (privilege) wajib dihormati. Advokat memiliki hak imunitas dan kewajiban menjaga rahasia klien, sehingga tidak dapat dipaksa menjadi saksi yang memberatkan kliennya berdasarkan informasi profesional. Kepolisian juga wajib menghormati privasi konsultasi hukum, termasuk tidak melakukan penyadapan atau pengawasan ilegal.

Kesimpulannya, polisi yang profesional adalah polisi yang menghormati kemandirian advokat. Sebaliknya, advokat yang berintegritas adalah mereka yang menghormati kewenangan penyidikan polisi sepanjang dijalankan sesuai KUHAP. Ketika terjadi intervensi, sistem keadilan menjadi timpang dan membuka ruang bagi praktik salah tangkap, intimidasi tahanan, pelarangan pendampingan hukum, serta tindakan kesewenang-wenangan yang merugikan masyarakat.

Idealnya, hubungan antara advokat dan polisi harus berada dalam kerangka check and balances, bukan subordinasi, demi terwujudnya penegakan hukum yang adil dan berkeadilan.

(Irn)

Berita Terkait

Bangun Kedekatan dengan Warga, Kapolres Badung Gelar Rembug Kamtibmas di Darmasaba
Jaga Situasi Kamtibmas, Polsek Denpasar Barat Laksanakan Blue Light Patrol
Sampaikan Imbauan Kamtibmas, Sat Polairud Polresta Denpasar Laksanakan Sambang Dialogis
Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa Gelar Patroli Cooling System, Sampaikan Imbauan Kamtibmas kepada ABK
Jaga Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif, Polsek Denpasar Utara Laksanakan Patroli Dialogis
Sambang Puri Agung Pemecutan, Kapolresta Denpasar Tekankan Pentingnya Komunikasi dan Musyawarah
ANTISIPASI CUACA TAK MENENTU, BHABINKAMTIBMAS SUMERTA KAJA CEK KESIAPAN PERALATAN TAGANA
RESPON CEPAT LAPORAN 110, UNIT LALULINTAS POLSEK DENTIM TANGANI KECELAKAAN DI JALAN PLAWA

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:14 WIB

Bangun Kedekatan dengan Warga, Kapolres Badung Gelar Rembug Kamtibmas di Darmasaba

Selasa, 3 November 2026 - 15:24 WIB

Jaga Situasi Kamtibmas, Polsek Denpasar Barat Laksanakan Blue Light Patrol

Selasa, 3 November 2026 - 15:22 WIB

Sampaikan Imbauan Kamtibmas, Sat Polairud Polresta Denpasar Laksanakan Sambang Dialogis

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Jaga Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif, Polsek Denpasar Utara Laksanakan Patroli Dialogis

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Sambang Puri Agung Pemecutan, Kapolresta Denpasar Tekankan Pentingnya Komunikasi dan Musyawarah

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

ANTISIPASI CUACA TAK MENENTU, BHABINKAMTIBMAS SUMERTA KAJA CEK KESIAPAN PERALATAN TAGANA

Selasa, 3 November 2026 - 15:12 WIB

RESPON CEPAT LAPORAN 110, UNIT LALULINTAS POLSEK DENTIM TANGANI KECELAKAAN DI JALAN PLAWA

Selasa, 3 November 2026 - 15:10 WIB

Pencarian korban longsor pelaga terus berlanjut, polres badung Bersama Tim SAR Sisir Aliran Sungai

Berita Terbaru

Exif_JPEG_420

Peristiwa

BLORA BERGELORA DI DESA GONDEL KEDUNGTUBAN

Selasa, 3 Nov 2026 - 17:56 WIB