Suryaindonesia.net ||Jakarta – Sejumlah anggota Serikat Karyawan DAMRI (SKARDA) menyatakan kekecewaannya terhadap jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang dinilai tidak maksimal dalam memperjuangkan hak-hak normatif karyawan DAMRI. Kekecewaan ini muncul akibat berbagai pelanggaran yang diduga dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan dan hingga kini belum menemukan penyelesaian yang jelas.
Beberapa pelanggaran yang disorot antara lain tidak terbayarkannya Jaminan Hari Tua (JHT) serta penundaan pembayaran gaji yang telah terjadi sejak tahun 2020 di sejumlah cabang DAMRI. Kondisi tersebut dinilai sangat merugikan karyawan, baik yang masih aktif maupun yang telah purna tugas.
Situasi ini berdampak langsung pada menurunnya tingkat kepercayaan anggota terhadap Ketua Serikat SKARDA. Hal tersebut terungkap saat awak media mewawancarai salah satu anggota serikat yang enggan disebutkan namanya. Ia mengungkapkan bahwa ketua serikat dinilai tidak mampu berbuat banyak terhadap kesalahan yang dilakukan oleh manajemen.
Ketua serikat tidak bisa berbuat apa-apa terhadap kesalahan yang dibuat manajemen. Bahkan ketika terakhir kali diberikan ruang dialog oleh BP BUMN, ternyata tidak bisa terealisasikan. Terus bagaimana lagi? Kita punya wadah tapi tidak ada kemampuan,” ujarnya dengan nada kecewa.
Lebih lanjut, ia berharap adanya perhatian dan bantuan dari pihak luar, seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun organisasi lain yang peduli terhadap nasib karyawan DAMRI. Menurutnya, ketidakmampuan pimpinan serikat dalam memperjuangkan hak anggota membuat banyak pihak mulai meragukan kepemimpinan Ketua Umum Serikat SKARDA.
Bagaimanapun kami berharap ada bantuan, baik dari LSM ataupun organisasi yang peduli terhadap nasib karyawan, baik yang purna maupun yang masih aktif. Karena ketidakmampuan ketua serikat kami, akhirnya keraguan anggota terhadap ketua umum patut dipertanyakan. Ada apa ini?” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DPP Serikat SKARDA belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan dan pernyataan tersebut.(tim red)

























