Denpasar, Surya Indonesia.net – Insiden rontoknya ornamen bangunan di lingkungan SMAN 4 Denpasar memicu kepanikan warga sekolah. Peristiwa itu terjadi pada, Senin (19/1) sekitar pukul 15.30 Wita, ketika sejumlah material konstruksi berupa beton, batu, dan pecahan bangunan tiba-tiba jatuh dari bagian gedung sekolah hingga berserakan di selasar dan halaman.
Berdasarkan video yang beredar, material yang ambruk tidak hanya menutup jalur lalu lintas siswa, tetapi juga menghantam area parkir sekolah. Sejumlah pelajar tampak berkumpul di halaman dengan raut cemas, sementara beberapa sepeda motor siswa dilaporkan mengalami kerusakan, bahkan ada yang rusak cukup parah pada bagian bodi dan jok akibat tertimpa reruntuhan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Sesaat setelah kejadian, pihak sekolah langsung mengamankan area bangunan yang terdampak agar tidak dilalui siswa demi mencegah potensi bahaya lanjutan. Peristiwa ini segera mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali. Kepala Disdikpora Bali, IB Wesnawa Punia, turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi bangunan. “Rontok ornamen bangunannya,” ujar Wesnawa, Selasa (20/1).
Menurut keterangan sejumlah siswa yang diterima pihaknya, gedung yang mengalami kerusakan tersebut tergolong bangunan baru karena dibangun pada tahun 2021. Fakta ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri di kalangan siswa dan warga sekolah terkait kualitas konstruksi bangunan pendidikan. Wesnawa menyatakan pihaknya telah melakukan evaluasi awal terhadap kejadian tersebut. “Sudah, sudah evaluasi,” katanya. Ia menyebut, kemungkinan penyebabnya berkaitan dengan konstruksi bangunan. “Mungkin ya konstruksinya kurang,” ujarnya, seraya menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas teknis terkait.
( red)

























