Gianyar, Surya Indonesia.net – Belum genap sepekan dikerjakan, proyek jalan menuju Banjar Tebuana, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, mengalami longsor. Longsor dipicu hujan deras yang mengguyur dalam sepekan terakhir. Material tanah ambles dengan ketinggian diperkirakan mencapai 50 meter dan panjang sekitar 10 meter. Akibatnya, jalur kembali ditutup demi keselamatan pengguna jalan. Di lokasi proyek, selain badan jalan yang ambles, juga tidak terlihat adanya saluran air maupun fondasi penguat, kondisi tanah tergolong labil.
Hujan deras tidak hanya berdampak pada jalur menuju Banjar Tebuana. Jalan penghubung antarkecamatan Payangan–Tegallalang, tepatnya di Banjar Tatag, Desa Taro, juga sempat tertutup material longsor. Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, mengatakan pemerintah desa bergerak cepat melakukan pembersihan material longsor dengan melibatkan TNI, Polri, dan masyarakat. “Begitu menerima laporan, kami langsung turun bersama TNI, Polri, dan warga untuk membersihkan material agar akses bisa segera dibuka. Namun, untuk jalur proyek baru masih harus ditutup sementara,” ujar Warka.
Warka mengatakan, longsor tersebut merupakan risiko pengerjaan proyek di musim hujan. Dia berharap kontraktor segera melakukan perbaikan dengan perhitungan teknis yang lebih matang agar kejadian serupa tidak terulang. “Ini risiko penggarapan proyek di musim hujan, kami berharap kontraktor melakukan perbaikan dengan perhitungan yang lebih kuat,” tegasnya. Dia mengimbau masyarakat tetap waspada karena saat hujan intesitas tinggi rawan longsor dan pohon tumbang. Jalur menuju Banjar Tebuana masih ditutup sambil menunggu penanganan lanjutan dari pihak terkait.
( red)

























