Magetan, Surya Indonesia.net – Bencana alam berupa tanah longsor atau amblasnya talud terjadi di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, pada Sabtu (17/01/2026) sekitar pukul 09.42 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di sisi selatan Telaga Sarangan, tepatnya masuk Dusun Ngluweng, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan.
Kejadian bermula saat korban tengah duduk di sisi jalan tepat di atas talud Telaga Sarangan sambil berfoto dan berbincang. Tanpa disadari, tanah yang dipijak korban tiba-tiba bergerak menurun hingga akhirnya amblas dan runtuh ke arah danau. Korban sempat terperosok ke bawah dan berusaha menyelamatkan diri, namun tanah di sekitarnya kembali amblas.
Akibat peristiwa tersebut, sejumlah kendaraan roda dua yang terparkir di tepi jalan ikut terseret masuk ke Telaga Sarangan. Tercatat sebanyak 3 unit sepeda motor terlebih dahulu jatuh ke danau, disusul 4 unit kendaraan roda dua lainnya setelah tanah kembali mengalami amblasan. Total sebanyak tujuh sepeda motor tercebur ke dalam telaga.
Kapolsek Plaosan, AKP Agus Budi Witarno, yang berada di lokasi kejadian membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa setelah menerima laporan, personel Pos Polisi Sarangan langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian.
“Begitu mendapat laporan, anggota kami segera mendatangi lokasi dan bersama BPBD serta warga melakukan evakuasi korban,” ujar AKP Agus Budi Witarno.
Korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Kapolsek memastikan korban dalam kondisi sadar dan tidak mengalami luka serius.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, korban hanya mengalami syok dan sudah mendapat penanganan medis,” tambahnya.
Berdasarkan hasil olah TKP awal, amblasnya talud diduga disebabkan oleh kondisi tanah yang tergerus air Telaga Sarangan. Titik longsor berada sekitar 70 meter di sisi talud tepi jalan kawasan wisata tersebut, saat korban berada di bagian atas talud danau.
Akibat kejadian ini, tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp30.000.000 akibat kerusakan kendaraan roda dua yang tercebur ke dalam telaga. Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi kendaraan yang masuk ke danau.
Kapolsek Plaosan juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar lebih berhati-hati, terutama saat berada di kawasan rawan bencana seperti daerah pegunungan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan, terutama di tengah potensi bencana hidrometeorologi yang masih tinggi,” pungkas AKP Agus Budi Witarno. beni brt giat polsek kec plaosan dan bpbd mgt.
( red)

























