Mangupura, Surya Indonesia.net – Trotoar yang seharusnya aman dan ramah pejalan kaki di Jalan Raya Sading, Kecamatan Mengwi, justru kini berubah menjadi ancaman nyata. Belasan penutup lubang (manhole) di jalur pedestrian dilaporkan hilang, membuat trotoar berlubang dan membahayakan keselamatan publik.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sedikitnya 11 tutup manhole raib. Penutup berbahan besi tebal bertuliskan Dinas PUPR Kabupaten Badung itu diduga diambil oleh orang tak bertanggung jawab.
Situasi ini makin mengkhawatirkan karena lokasi trotoar berada di sekitar SD No 2 Sading. Anak-anak sekolah dan pejalan kaki menjadi pihak paling rentan, terlebih pada malam hari saat lubang sulit terlihat.
Warga sekitar pun mengeluh. Trotoar yang mestinya memberi rasa aman kini justru menjadi jebakan, bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi sudah masuk kategori membahayakan keselamatan.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra, membenarkan adanya kehilangan penutup manhole. Namun, ia menyebut tanggung jawab masih berada di pihak rekanan proyek.
“Jalan ini masih dalam masa pemeliharaan. Kami sudah menginformasikan kepada penyedia jasa untuk segera melakukan pemasangan kembali,” ujarnya.
Proyek trotoar Jalan Raya Sading sendiri dikerjakan oleh rekanan Tunas Jaya Sanur. Pihak PUPR mengaku telah mendorong agar perbaikan segera dilakukan demi menghindari risiko kecelakaan yang lebih parah.
Pertanyaannya, berapa lama warga dan anak-anak sekolah harus berjalan di atas trotoar berbahaya? Siapa yang bertanggung jawab jika kecelakaan benar-benar terjadi.
( red)

























