Tabanan, Surya Indonesia. Net – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan kembali melaksanakan panen jagung dan terong sebagai wujud keberhasilan program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Kegiatan panen tersebut dilaksanakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Kebun Lapas Tabanan, Selasa (13/01). Panen ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembinaan produktif di Lapas Tabanan berjalan seiring dengan dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Pada panen kali ini, SAE Kebun Lapas Tabanan berhasil memanen jagung sebanyak 10 kilogram dan terong sebanyak 5 kilogram. Hasil panen tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan internal Lapas, sementara sebagian lainnya dipasarkan kepada masyarakat sekitar dengan harga jual jagung Rp15.000 per kilogram dan terong Rp12.000 per kilogram. Pemanfaatan dan pemasaran hasil panen ini menjadi bagian dari pembelajaran kemandirian dan kewirausahaan bagi Warga Binaan agar mampu mengelola hasil produksi secara produktif dan bernilai ekonomis.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan terarah. “Program ketahanan pangan di Lapas Tabanan telah berjalan dengan sangat baik, terbukti dari keberhasilan panen yang telah dilakukan beberapa kali dan akan terus berlanjut. Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah serta implementasi 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ungkap Prawira.
Lebih lanjut, Prawira menegaskan bahwa pembinaan kemandirian melalui SAE Kebun Lapas tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada pembentukan keterampilan dan mental kerja Warga Binaan. Beliau berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal positif bagi Warga Binaan ketika kembali dan berintegrasi ke tengah masyarakat.
Salah seorang Warga Binaan, Wayan, mengungkapkan rasa syukurnya dapat terlibat langsung dalam kegiatan pembinaan kemandirian di SAE Kebun Lapas. “Saya mengucapkan terima kasih karena melalui kegiatan ini saya mendapatkan pengalaman berharga. Ilmu dan keterampilan yang saya peroleh akan saya terapkan nantinya setelah bebas, terutama untuk mengelola lahan kebun yang saya miliki,” ujarnya.
Melalui program ketahanan pangan yang terintegrasi dengan pembinaan kemandirian ini, Lapas Tabanan berharap Warga Binaan tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan ekonomi sebagai bekal hidup mandiri setelah menjalani masa pidana.
( red)

























