Mangupura, Surya Indonesia.net – Pemkab Badung kini telah membangun kantin yang akan menjadi sentra UMKM di pintu selatan Puspem Badung. Kantin tersebut dibangun dengan konsep terbuka dengan 12 kios terpisah. Sejumlah bangunan tersebut dibangun dengan anggaran APBD 2025 senilai Rp 2,6 miliar lebih.
Dari hasil pemantauan, Jumat (9/1) terdapat 14 bangunan yang terpisah di lokasi kantin tersebut. Selain 12 kios UMKM ada 2 kamar mandi, kemudian ada juga kursi dan meja dengan beratap payung. Di dekat lokasi tersebut juga teredapat empat ruang untuk ATM. Kantin ini nantinya akan menampung para pedagang yang berada di area Puspem Badung.
Plt Kadis PUPR Badung, Anak Agung Rama Putra saat dikonfirmasi pun membenarkan hal tersebut. Selain 12 kios untuk pedagang, ia menyebutkan ada dua toilet dan empat bangunan ATM. “Selain itu kantin baru ini diberisi pagar BRC, ada juga meja dan kursi payung,” ujar Rama Putra.
Pihaknya mengaku, pembangunan kantin ini dilakukan lantaran bangunan lama kini telah menjadi Kantin Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung. Untuk itu nantinya para pedagang akan dipindahkan ke kantin yang baru.
“Pedagng food court sebelumnya (akan menempati) yang direlokasi dari kantin yang dibongkar untuk gedung Damkar. Atau nanti akan dikordinasikan dengan BPKAD Badung,” ungkapnya.
Terkait pembangunan kantin ini, Rama Putra menerangkan, dilakukan oleh pihak ketiga dengan sistem lelang. Anggaran pembangunan dari APBD 2025 senilai Rp 2,6 miliar lebih. “Kontrak dan SPMK pada tanggal 22 Oktober 2025. Penyelesaian pengerjaannya 30 Desember 2025,” terangnya.
Meski telah selesai pembangunan, namun kantin ini belum dibuka. Pihaknya mengaku, akan melakukan koordinasi dengan BPKAD Badung untuk pembukaan food court. “Dikoordinasikan dengan BPKAD Badung,” imbuhnya.
( red)

























