BALI – Badung, Surya Indonesia.net – Dalam rangka mendukung program pemerintah nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), wilayah Desa Petang, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, melaksanakan pendistribusian paket makan bergizi kepada seluruh siswa TK, SD, dan SMP di lingkungan desa. Kegiatan yang berlangsung pada hari ini didampingi langsung oleh Babinsa Desa Petang Serda I Nyoman Wirudita, yang memberikan atensi penuh untuk memastikan pendistribusian berjalan lancar dan tepat sasaran. Mobil boks digunakan untuk mengantar paket makanan ke masing-masing sekolah, dengan total jumlah 933 porsi makan siang dan 933 porsi makanan kering yang disalurkan. Senin, (12/01/2026).
Sekolah-sekolah yang menjadi penerima manfaat program ini meliputi TK Kartika Yasa dengan 72 siswa, TK Negeri Pembina Kecamatan Petang dengan 23 siswa, SDN 1 Petang (155 siswa), SDN 2 Petang (91 siswa), SDN 3 Petang (52 siswa), serta SMP Negeri 1 Petang dengan jumlah siswa terbanyak yaitu 540 orang. Setiap sekolah menerima paket sesuai dengan jumlah siswanya, yang diterima langsung oleh pihak sekolah dan akan disajikan kepada peserta didik sesuai jadwal makan siang.
Adapun menu makan bergizi yang dibagikan pada hari ini terdiri dari nasi putih, ayam tepung, tempe goreng, sayur selada mentimun, serta buah jeruk. Selain itu, diberikan makanan tambahan berupa roti, susu kotak, kacang kapri, dan buah kelengkeng. Adapun nilai gizi yang terkandung telah disesuaikan dengan kebutuhan usia siswa: porsi besar memiliki energi 497 kkal, protein 21 g, lemak 13 g, dan karbohidrat 75 g; porsi kecil memiliki energi 393 kkal, protein 19 g, lemak 12 g, dan karbohidrat 53 g. Untuk makanan kering, porsi besar mengandung energi 413 kkal, protein 10 g, lemak 8,5 g, dan karbohidrat 72 g, sedangkan porsi kecil memiliki energi 323 kkal, protein 10 g, lemak 8,5 g, dan karbohidrat 20 g.
Pendistribusian makanan bergizi ini diawasi langsung oleh ahli gizi dari Satuan Pelaksana Penanggung Jawab Gizi (SPPG) Kecamatan Petang. Program MBG sendiri berdasarkan Keputusan Perpres Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional (BGN), yang menjadi landasan hukum untuk mengatasi masalah gizi buruk di Indonesia. Melalui pembentukan BGN, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan status gizi masyarakat, terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Turut mendampingi proses pendistribusian dan penyajian makanan adalah Babinsa Desa Petang, tim SPPG Kecamatan Petang, para guru wali kelas dari masing-masing sekolah, serta siswa-siswi yang antusias menerima program ini.
Babinsa Serda I Nyoman Wirudita mengungkapkan, “bahwa kehadiran seluruh elemen ini menunjukkan dukungan bersama terhadap upaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak di Desa Petang, sekaligus mewujudkan tujuan program pemerintah untuk membangun generasi muda yang sehat dan berkualitas untuk Indonesia masa depan.” imbuhnya.
( red)

























