Tabanan, Surya Indonesia.net – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan melaksanakan layanan Therapy Stress Narapidana (Teh Rina) di Aula Candra Prabhawa, Kamis (08/01). Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kesehatan mental kepada Warga Binaan, khususnya terkait pemahaman insomnia serta langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan tidur secara sehat dan berkelanjutan.
Layanan Teh Rina kali ini diikuti oleh Warga Binaan dengan menghadirkan narasumber dari Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud), yakni dr. Tixna dan dr. Ida Ayu Lely. Kegiatan berlangsung interaktif dengan penyampaian materi, diskusi, serta berbagi pengalaman terkait gangguan tidur yang kerap dialami Warga Binaan.
Dalam pemaparannya, para residen psikiatri menjelaskan bahwa insomnia tidak hanya berdampak pada kualitas tidur, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi fisik, emosional, serta kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Apabila dibiarkan, insomnia berpotensi berkembang menjadi gangguan kronis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menyampaikan bahwa layanan Teh Rina merupakan bagian dari komitmen Lapas Tabanan dalam memberikan pembinaan yang holistik, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental.
“Melalui layanan Teh Rina ini, kami berharap Warga Binaan memperoleh pemahaman dan pengetahuan kesehatan mental yang lebih baik, sehingga mampu mengenali serta mencegah gangguan insomnia yang dialami dan menjalani masa pembinaan dengan kondisi psikologis yang lebih sehat,” ujar Prawira.
Sementara itu, residen psikiatri FK Unud, dr. Ida Ayu Lely, menjelaskan bahwa insomnia dapat diatasi melalui pendekatan terapi perilaku kognitif. “Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain dengan mengatur jadwal tidur yang konsisten, melakukan teknik relaksasi, mengelola stres dengan baik, serta menerapkan edukasi mengenai sleep hygiene atau kebiasaan tidur yang sehat,” jelasnya.
Salah satu Warga Binaan peserta kegiatan, Yoga, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari layanan Teh Rina tersebut. “Sebagai seseorang yang sering mengalami insomnia, apa yang disampaikan oleh dokter sangat membuka wawasan saya. Tips-tips yang diberikan akan saya coba terapkan agar gangguan tidur yang saya alami bisa berkurang,” ungkapnya.
Melalui layanan Teh Rina yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Tabanan berharap Warga Binaan semakin sadar akan pentingnya kesehatan mental sebagai bagian dari proses pembinaan, sehingga mampu menjalani masa pidana dengan lebih tenang, produktif, dan siap kembali ke masyarakat.
( red)

























