Tabanan, Surya Indonesia.net – Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, S.I.K., M.H. memimpin langsung pertemuan dengan 13 pemilik akomodasi di kawasan Jatiluwih pada Selasa, 6 Januari 2026, bertempat di Gong Jatiluwih Restaurant, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.30 Wita hingga 11.13 Wita ini juga dirangkaikan dengan pelepasan seng dan plastik hitam di kawasan sawah Jatiluwih sebagai tindak lanjut atas permasalahan yang sempat terjadi.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kasat Samapta Polres Tabanan, Kapolsek Penebel, Prebekel Jatiluwih, Bendesa Adat Jatiluwih, Kelihan Tempek Subak Muntig, serta para pemilik akomodasi. Dalam sambutannya, Kapolres Tabanan menegaskan kehadiran Polri bertujuan menjaga situasi tetap kondusif, sekaligus menindaklanjuti hasil koordinasi dengan Bupati dan Sekda Tabanan agar permasalahan dapat diselesaikan secara cepat, aman, dan tidak berdampak luas terhadap sektor pariwisata.
Bendesa Adat Jatiluwih menyampaikan adanya laporan masyarakat terkait pembakaran sekam padi yang telah ditangani Polres Tabanan, serta memohon dukungan kepolisian untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wilayah. Menanggapi hal tersebut, Kapolres Tabanan menyatakan akan memfasilitasi proses mediasi antara pihak pelapor dan terlapor, mengimbau penghapusan unggahan media sosial yang berpotensi memicu konflik, serta mengajak seluruh pihak untuk saling memaafkan dan menahan diri demi terciptanya keharmonisan.
Sementara itu, Prebekel Jatiluwih mengajak masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial dan mengedepankan musyawarah apabila terjadi kesalahpahaman. Kegiatan ditutup dengan pencabutan seng dan plastik hitam oleh pihak petani yang dipantau langsung oleh Kapolres Tabanan bersama Prebekel dan Bendesa Adat Jatiluwih. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, sebagai wujud sinergi dalam menjaga kelestarian kawasan wisata Jatiluwih.
( red)

























