Ngawi, Suryaindonesianet -2 Januari 2026.Banjir musiman kembali menerjang Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Meski Pemkab Ngawi menjanjikan pembangunan drainase sejak 2024, proyek itu belum juga terealisasi hingga awal 2026. Akibatnya, warga terus bergulat dengan luapan air yang merendam jalan dan mengancam pemukiman setiap musim hujan.
Peristiwa terbaru terjadi Jumat malam (2/1/2026). Hujan deras sejak pukul 18.30 WIB memicu debit air melonjak. Sekitar pukul 21.00 WIB, saluran drainase tersumbat meluap, menggenangi akses jalan desa menuju Pemandian Tawun dan nyaris masuk rumah warga.

“Hujan baru dua jam dari pukul 18.30, jam 21.00 sudah banjir. Saluran mampet, katanya mau dibangun drainase, tapi sampai sekarang begini saja. Ini hampir masuk rumah,” keluh seorang warga setempat dengan nada kecewa.
Masalah Menahun dan Kewenangan Abu-abu
Kepala Desa Tawun, Purrahman, mengonfirmasi ini sebagai persoalan kronis yang tak kunjung selesai. “Setiap hujan, drainase pasti meluap ke jalan. Padahal hujan hanya dua jam sudah banjir. Ada ‘abu-abu’ kewenangan karena lokasinya di jalan menuju wisata Pemandian Tawun—apakah urusan Dinas PU Kabupaten atau Provinsi,” ujarnya.
Purrahman menegaskan, desa tak punya wewenang membangun infrastruktur tersebut. “Harapannya drainase segera dibangun. Ini bukan tanggung jawab desa,” tambahnya kepada wartawan.
Upaya sebelumnya seperti normalisasi saluran melalui kerja bakti bersama warga dinilai kurang efektif. Air tetap meluap dalam hujan singkat, menunjukkan akar masalah teknis belum tersentuh, terutama di kawasan wisata unggulan Ngawi yang berpotensi rugi pendapatan jika banjir berulang.
Respons Pemkab: Segera Cek Lapangan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Ngawi, Mohammad Sadli, berjanji meninjau lokasi. “Nanti kita cek aliran airnya dari mana. Kemarin sudah copot pintu air yang mati. Sebenarnya tidak biasanya seperti ini,” katanya saat dikonfirmasi via telepon.
Situasi ini menyoroti urgensi koordinasi lintas sektoral antara Pemkab Ngawi dan Pemprov Jatim. Realisasi janji drainase 2024 harus jadi prioritas anggaran 2026 agar warga tak lagi jadi korban birokrasi dan ikon wisata Tawun tetap lestari.

























