Denpasar, Surya indonesia.net – Penutupan aliran sungai dengan beton di sekitar Jalan Tunggak Bingin, Sanur menuai tanda tanya dari warga. Alih-alih difungsikan sebagai saluran terbuka untuk mengalirkan air hujan ke laut, sungai tersebut kini ditutup permanen dengan cor beton.
Warga sekitar khawatir, proyek yang dilakukan tanpa sosialisasi ini justru akan memperparah banjir saat musim hujan. “Airnya ke mana kalau semua ditutup? Nanti genangan makin tinggi,” keluh salah seorang warga.
Kondisi ini dinilai tidak transparan, sebab hingga kini belum ada papan proyek ataupun penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai tujuan penutupan sungai. Publik menduga ada kepentingan lain di balik kebijakan tersebut, mengingat kawasan Sanur termasuk wilayah strategis pariwisata.
Aktivis lingkungan juga mengingatkan, penutupan sungai dengan beton berpotensi merusak ekosistem, menutup jalur resapan air, hingga menghambat aliran alami menuju laut. Jika dibiarkan, masalah yang muncul bisa jauh lebih besar daripada sekadar genangan.
( red )

























