Denpasar, Surya indonesia.net – Pemerintah Kota Denpasar menghentikan sementara proyek penataan lanjutan Tukad Badung setelah area proyek sepanjang kurang lebih 20 meter tergerus banjir bandang pada 10 September 2025. Proyek senilai hampir Rp6 miliar ini sebelumnya mulai dikerjakan sejak 22 Juli 2025.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Denpasar, Gandhi Dananjaya Suarka, menjelaskan bahwa kondisi site masih belum memungkinkan untuk melanjutkan konstruksi. Pembersihan lokasi jadi prioritas sambil menunggu debit air kembali normal.
Poin penting Proyek Tukad Badung:
Dimulai 22 Juli 2025, target selesai awalnya 18 November dengan durasi 120 hari kerja.
Lokasi penataan: sisi barat Tukad Badung, dari Jembatan Jalan Hasanudin hingga ke Jalan Pulau Biak, sepanjang 1,2 km.
Fasilitas yang direncanakan: alur berkelok, taman, mural, dan penataan serupa segmen-segmen sebelumnya di sekitar Pasar Kumbasari & Pasar Badung.
Pemkot Denpasar akan mengajukan perpanjangan waktu pengerjaan kepada pihak terkait, mengingat bencana alam seperti banjir tidak bisa diprediksi dan telah berdampak nyata terhadap pekerjaan.
Proyek ini tak hanya soal keindahan dan lingkungan — juga soal kesadaran masyarakat menjaga kebersihan di kawasan sungai, terutama agar sampah tidak lagi dibuang ke sungai dan tidak memperparah risiko akan banjir.
( red )

























