Bali , Surya indonesia.net – Menyusul aksi unjuk rasa yang terjadi pada 30 Agustus 2025 dan sempat diwarnai kericuhan di depan Mapolda Bali, ribuan pecalang dari seluruh Bali akan menyelenggarakan Gelar Agung pada Senin, 1 September 2025, sebagai wujud komitmen menjaga keamanan, budaya, dan kedamaian Bali.
Dalam momen penting ini, terlihat semangat kolektif dan nilai adat yang mengakar kuat di masyarakat Bali. Gelar Agung menjadi simbol soliditas pecalang dalam menjaga tatanan adat, tradisi, serta stabilitas keamanan Pulau Bali.
Sebelumnya, unjuk rasa yang melibatkan elemen mahasiswa, ojek online, dan masyarakat umum sempat memanas dan berujung pada tindakan anarkis oleh sejumlah oknum. Namun, upaya penanganan cepat aparat dan kesiagaan semua pihak berhasil meredam potensi kerusuhan lebih lanjut.
Selama acara berlangsung, mereka tak hanya berkumpul dalam jumlah besar, diperkirakan mencapai puluhan ribu jiwa, tetapi juga menyuarakan pesan perdamaian, menolak segala bentuk provokasi, dan mendukung sinergi dengan aparat keamanan demi Bali terlindungi, Bali yang nyaman dan Aman.
Semangat inilah yang perlu terus disuarakan melalui media sosial, agar masyarakat nasional dan internasional melihat bahwa Bali senantiasa menjaga budaya dan kedamaian dari akar tradisi. Gelar Agung Pecalang menjadi titik balik positif pasca-demo, memperlihatkan Bali sebagai ruang yang preventif, kuat, dan mengakar atas nilai-nilai lokal.
Gelar Agung Pecalang Bali pada Senin, 1 September 2025, bukan sekadar ritual adat, melainkan penguatan simbol budaya, pengamanan moral, dan upaya menjaga kondusivitas Bali. Momentum ini patut dijadikan titik inspirasi bahwa budaya dan solidaritas adat mampu menjawab tantangan zaman dan menjaga keutuhan Bali sebagai destinasi nyaman, aman dan berbudaya.
( red )