Breaking News

Serangan terhadap Jokowi-Gibran Dinilai sebagai Upaya Melemahkan Prabowo

Kamis, 10 Juli 2025 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Surya Indonesia — Pengamat politik – dari WKMN, Daddy Palgunadi, menilai bahwa berbagai serangan terhadap Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka bukanlah sasaran utama, melainkan bagian dari strategi politik untuk melemahkan posisi Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Dalam bincang santai di program Warung Kopi Mbak Nanik, Daddy mengungkapkan pandangannya mengenai dinamika politik nasional pasca-Pemilu 2024. Ia menyebutkan bahwa banyak aktor politik di Indonesia cenderung mudah berubah sikap. “Politisi kita ini gampang ‘masuk angin’. Gampang goyah, gampang dikompromikan,” ujarnya sambil tersenyum, menggambarkan lemahnya konsistensi politik elite saat ini.

Kasus Hasto dan Politisasi Hukum

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Daddy turut menyoroti kasus hukum yang menimpa Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto, yang tengah menghadapi tuntutan tujuh tahun dari jaksa KPK. Ia menilai bahwa proses hukum ini sarat dengan permainan politik.

“Proses hukum terhadap Hasto sangat kental nuansa politisnya. Ini bukan semata soal keadilan, tetapi ada kepentingan kekuasaan yang ikut bermain,” ujarnya. Menurut Daddy, Hasto menjadi korban politisasi hukum, terutama di fase-fase penjatuhan hukuman.

Posisi Strategis PDI-P

Meski berada di luar lingkaran kekuasaan, PDI-P dinilai masih memegang peran penting dalam konstelasi politik nasional. “Yang berkuasa tidak bisa asal menekan PDI-P. Mereka sadar, PDI-P tetap berpotensi besar dalam Pilpres 2029,” jelas Daddy.

Prabowo dan Tantangan Kepemimpinan

Sebagai Presiden terpilih, Prabowo Subianto dinilai berada dalam posisi “nothing to lose”. Namun demikian, Daddy menekankan perlunya sikap tegas sebagai kepala negara. “Prabowo harus bisa menunjukkan ketegasannya. Tapi ia juga paham betul bahwa kemenangan ini tidak lepas dari peran besar Jokowi,” katanya.

Isu Ijazah Jokowi Tak Relevan

Terkait isu ijazah Presiden Jokowi yang kembali diangkat ke permukaan, Daddy menyebut hal itu tidak lagi relevan. “Itu hanya isu politis yang dipakai berulang. Tujuannya bukan menjatuhkan Jokowi, tapi justru melemahkan Prabowo. Ini serangan antara,” ujarnya.

DPR dan Kompromi Politik

Respon lambat DPR terhadap isu pemakzulan Gibran menurut Daddy disebabkan oleh tingginya kompromi politik di parlemen. “Di belakang layar, semua pihak masih saling mendekati. Termasuk upaya Prabowo untuk menjaga komunikasi dengan Megawati. Semua masih cair,” ungkapnya.

Kongres PDIP dan Suksesi Megawati

Mengenai belum digelarnya Kongres PDI-P, Daddy menduga hal itu berkaitan dengan belum adanya sosok yang dianggap tepat menggantikan Megawati Soekarnoputri. “Megawati ingin meninggalkan partai dalam keadaan kuat. Ia masih menimbang siapa yang benar-benar siap memimpin,” katanya.

Kebahagiaan yang Sederhana

Menutup obrolan hangat di Warung Kopi Mbak Nanik, Daddy membagikan pandangannya tentang makna kebahagiaan. “Kebahagiaan sejati itu bukan soal kekayaan. Tapi tentang kejujuran, ketenangan batin, kesabaran, dan pertemanan yang tulus,” tuturnya.

Berita Terkait

Ketika Rakyat Bergerak: Saatnya Presiden Berdiri di Pihak Kebenaran
Gelombang Kemarahan Rakyat: Dari Tuntutan UU Perampasan Aset hingga Seruan Pembubaran DPR
Aksi Unras di Jawa Timur Berjalan Tertib dan Kondusif Kapolrestabes Surabaya Apresiasi Massa Buruh
Haidar Alwi: Jangan Biarkan Keserakahan Menggerogoti Martabat Bangsa dan Menyengsarakan Rakyat
Buku “Jalan Keadilan Sumitro Djojohadikusumo” Beri Perspektif Baru dalam Pembangunan Indonesia
PNIB, Yogyakarta Istimewah Suarakan Lawan Intolerant: Desak 16 November Ditetapkan Sebagai Hari Toleran Nasional (HTN)
DJOKO SUKMONO: KORAH-KORAH
Bahas Jalur Satu Arah, Masa Reses III Sony Rudiwiyanto Anggota Komisi C DPRD Kota Malang

Berita Terkait

Minggu, 31 Agustus 2025 - 10:50 WIB

Ketika Rakyat Bergerak: Saatnya Presiden Berdiri di Pihak Kebenaran

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:33 WIB

Gelombang Kemarahan Rakyat: Dari Tuntutan UU Perampasan Aset hingga Seruan Pembubaran DPR

Jumat, 29 Agustus 2025 - 15:35 WIB

Aksi Unras di Jawa Timur Berjalan Tertib dan Kondusif Kapolrestabes Surabaya Apresiasi Massa Buruh

Selasa, 12 Agustus 2025 - 18:47 WIB

Haidar Alwi: Jangan Biarkan Keserakahan Menggerogoti Martabat Bangsa dan Menyengsarakan Rakyat

Jumat, 8 Agustus 2025 - 00:24 WIB

Buku “Jalan Keadilan Sumitro Djojohadikusumo” Beri Perspektif Baru dalam Pembangunan Indonesia

Kamis, 7 Agustus 2025 - 18:19 WIB

PNIB, Yogyakarta Istimewah Suarakan Lawan Intolerant: Desak 16 November Ditetapkan Sebagai Hari Toleran Nasional (HTN)

Selasa, 5 Agustus 2025 - 21:29 WIB

DJOKO SUKMONO: KORAH-KORAH

Selasa, 5 Agustus 2025 - 02:23 WIB

Bahas Jalur Satu Arah, Masa Reses III Sony Rudiwiyanto Anggota Komisi C DPRD Kota Malang

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Catatan Mahmud Marhaba: Penantian Panjang Cak Munir di Puncak PWI

Minggu, 31 Agu 2025 - 09:08 WIB