Breaking News

Selendang Miwang Warnai WSL Krui Pro 2025

Jumat, 13 Juni 2025 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG, Surya indonesia.net  – Kain tradisional khas Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, yaitu selendang miwang atau dikenal juga dengan sarung motif sinjang pugung, tampil memikat dalam pembukaan ajang selancar internasional World Surf League (WSL) Krui Pro 2025 yang digelar pada 10 Mei 2025 di Pantai Tanjung Setia.

Kehadiran kain tradisional ini menjadi simbol kuat pelestarian budaya lokal di tengah gemerlap kompetisi olahraga air berskala dunia.

Kain tersebut dikenakan dalam prosesi pembukaan oleh sejumlah penari dan tokoh adat, menampilkan kekayaan tradisi Lampung yang dikemas dalam atraksi budaya sekura betik yang sarat makna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selendang miwang sendiri memiliki nilai historis dan kultural bagi masyarakat Pesisir Barat. Dalam tradisi sekura, kain ini biasa dipakai dengan cara dililitkan di pinggang atau disampirkan di bahu, melambangkan kekuatan identitas dan penghormatan terhadap adat istiadat.

Sementara itu, WSL Krui Pro 2025 berlangsung sejak 10 hingga 17 Juni 2025, diikuti oleh 302 peselancar dari 17 negara, termasuk Australia, Jepang, Brasil, Amerika Serikat, dan Prancis.

Para peserta bertanding di empat kategori: Men’s QS 6000, Women’s QS 6000, Men Junior Pro, dan Women Junior Pro.

Gelaran tahunan ini menjadi salah satu agenda unggulan dunia surfing dan menempatkan Pesisir Barat sebagai destinasi favorit para peselancar internasional.

Wakil Bupati Pesisir Barat, Irawan Topani, menyampaikan bahwa keikutsertaan selendang miwang dalam pembukaan WSL Krui Pro menjadi representasi nyata bahwa budaya lokal dapat bersinergi dengan agenda internasional.

“Ini momen langka. Kita tidak hanya menjadi tuan rumah ajang surfing dunia, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya kita, seperti selendang miwang, kepada masyarakat global,” ujarnya.

Tak hanya memperkuat aspek budaya, kehadiran peserta mancanegara dan wisatawan turut berdampak signifikan pada sektor UMKM, pariwisata, dan perekonomian lokal.

Ribuan pengunjung terlihat memadati kawasan Pantai Tanjung Setia sejak dimulainya rangkaian kegiatan WSL.

Demi memastikan keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, Polda Lampung menerjunkan sebanyak 325 personel gabungan yang terdiri dari jajaran Polres Pesisir Barat, Brimob, dan Ditpamobvit. Selain itu, sebanyak 30 personel TNI juga turut dikerahkan, memperkuat pengamanan di berbagai titik strategis seperti arena utama, penginapan, dan jalur akses wisatawan.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan secara menyeluruh dan humanis, mengingat ini merupakan ajang internasional yang membawa nama baik daerah.

“WSL Krui Pro 2025 merupakan momen strategis untuk mempromosikan Lampung di mata dunia. Kami siap mengawal jalannya acara agar aman, tertib, dan kondusif bagi semua pihak,” tegasnya, Kamis (12/6/2025).

Helmy juga menekankan bahwa pengamanan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi turut mendukung pelestarian budaya lokal.

“Keberadaan selendang miwang dalam pembukaan ajang internasional ini menjadi kekuatan tersendiri untuk memperkuat branding budaya lokal. Kami pastikan pengamanannya maksimal agar nilai-nilai kultural tetap terjaga,” ujarnya.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, pengamanan dilengkapi dengan personel berkemampuan multibahasa, tim evakuasi cepat, hingga pos pengaduan terpadu yang dapat diakses oleh peserta dan pengunjung.

“Dengan 325 personel Polri dan tambahan 30 personel TNI yang diturunkan, pengamanan tidak hanya difokuskan pada area kompetisi, tetapi juga menyeluruh hingga jalur akses wisatawan,” lanjut Helmy.

Ia menegaskan bahwa pendekatan pengamanan tetap harmonis dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kami memastikan bahwa pengamanan skala internasional ini berjalan dengan pendekatan yang bersahabat, justru meningkatkan rasa aman dan kenyamanan masyarakat lokal,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara budaya, pariwisata, dan keamanan, gelaran WSL Krui Pro 2025 membuktikan bahwa Kabupaten Pesisir Barat tidak hanya mampu menjadi tuan rumah ajang kelas dunia, tetapi juga mampu menjaga warisan lokalnya tetap hidup di tengah arus globalisasi.

( ags )

Berita Terkait

Mahasiswa Soroti Kinerja Polres Aceh Singkil terkait kasus pembunuhan di tanah bara dan meminta polda Aceh untuk turun dan evaluasi polres aceh singkil ‎
Polres Bangli Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Bali Trail Running Ultra 2026  
*POLWAN KAPOLSEK RAIH 3 MEDALI INTERNASIONAL, BUKTI PERSONEL POLRI TAK HANYA JAGA KAMTIBMAS NAMUN JUGA BERPRESTASI DI KANCAH DUNIA*
GPdI Bali Rayakan HUT ke-52 dan 1 Tahun Gedung Baru Getsemani Kuta: Harmoni, Syukur, dan Pesan Toleransi Menggema
Pemilihan BPKam Selok Aceh Akan Berujung Aksi Damai , Warga Minta Diulang
𝙆𝙚𝙩𝙪𝙖 𝙊𝙧𝙢𝙖𝙨 𝙇𝙖𝙨𝙠𝙖𝙧 𝙈𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙋𝙪𝙩𝙞𝙝 𝘿𝙚𝙨𝙖𝙠 𝙐𝙨𝙪𝙩 𝙅𝙪𝙖𝙡 𝘽𝙚𝙡𝙞 𝙍𝙆𝘼𝘽 𝙙𝙞 𝙆𝙖𝙡𝙞𝙢𝙖𝙣𝙩𝙖𝙣.
Polres Magetan Pastikan Ibadah Kenaikan Isa Al Masih Berjalan Aman, Personel Disiagakan di Seluruh Gereja
Masyarakat Luat Unterudang Minta PT Barapala Diusir Dari Lahan Warga

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:17 WIB

Mahasiswa Soroti Kinerja Polres Aceh Singkil terkait kasus pembunuhan di tanah bara dan meminta polda Aceh untuk turun dan evaluasi polres aceh singkil ‎

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:16 WIB

Polres Bangli Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Bali Trail Running Ultra 2026  

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:14 WIB

*POLWAN KAPOLSEK RAIH 3 MEDALI INTERNASIONAL, BUKTI PERSONEL POLRI TAK HANYA JAGA KAMTIBMAS NAMUN JUGA BERPRESTASI DI KANCAH DUNIA*

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:00 WIB

GPdI Bali Rayakan HUT ke-52 dan 1 Tahun Gedung Baru Getsemani Kuta: Harmoni, Syukur, dan Pesan Toleransi Menggema

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:33 WIB

𝙆𝙚𝙩𝙪𝙖 𝙊𝙧𝙢𝙖𝙨 𝙇𝙖𝙨𝙠𝙖𝙧 𝙈𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙋𝙪𝙩𝙞𝙝 𝘿𝙚𝙨𝙖𝙠 𝙐𝙨𝙪𝙩 𝙅𝙪𝙖𝙡 𝘽𝙚𝙡𝙞 𝙍𝙆𝘼𝘽 𝙙𝙞 𝙆𝙖𝙡𝙞𝙢𝙖𝙣𝙩𝙖𝙣.

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:44 WIB

Polres Magetan Pastikan Ibadah Kenaikan Isa Al Masih Berjalan Aman, Personel Disiagakan di Seluruh Gereja

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:41 WIB

Masyarakat Luat Unterudang Minta PT Barapala Diusir Dari Lahan Warga

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:40 WIB

Penyerahan Uang Total Rp. 10,2 Triliun dan Penguasaan Kembali Kawasan Hutan Tahap VII oleh Satgas PKH

Berita Terbaru