Breaking News

Polresta Malang Kota Bongkar Kasus TPPO, Amankan Dua Tersangka*

Sabtu, 16 November 2024 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang kota, Surya Indonesia.net – Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Malang Kota Polda Jatim menggerebek penampungan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal di wilayah Kecamatan Sukun.

Dalam kasus ini, Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Tersangka pertama seorang perempuan berinisial HNR (45), warga Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, dan tersangka kedua pria berinisial DPP (37), warga Kecamatan Sukun, Kota Malang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono, mengungkapkan detail kasus ini dalam konferensi pers, Jumat (15/11).

Menurut Kombes Nanang, kasus ini terungkap berkat laporan adanya penganiayaan yang dialami salah satu CPMI.

“Kasus ini bermula dari laporan seorang perempuan berinisial HN (21), yang merupakan CPMI asal Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang,yang mengaku dianiaya oleh HNR, yang sekaligus adalah majikannya,” jelas Kombes Nanang.

HN melaporkan bahwa ia dipukul, dijambak, dan sempat mengalami trauma psikis hingga harus dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Penganiayaan itu diduga terjadi karena HN tidak sengaja menyebabkan anjing peliharaan milik HNR mati.

“Dari laporan tersebut, kami langsung melakukan penyelidikan untuk memberikan keadilan kepada korban,” tambahnya.

Dari hasil penyelidikan penganiayaan itu, Satreskrim Polresta Malang Kota Polda Jatim menemukan fakta bahwa Rumah milik HNR ternyata digunakan sebagai penampungan CPMI yang terdaftar di PT NSP sebuah perusahaan yang diketahui tidak memiliki izin resmi untuk menampung calon pekerja migran.

Penampungan CPMI ini berlokasi di dua perumahan berbeda di Kecamatan Sukun.

Saat penggerebekan pada Jumat (8/11/2024), ditemukan 41 CPMI yang sedang ditampung.

Setelah memeriksa 47 saksi dan menggelar perkara, Polisi menetapkan HNR dan DPP sebagai tersangka.

Kombes Nanang menjelaskan peran masing-masing tersangka,

HNR berperan sebagai penanggung jawab tempat penampungan, sementara DPP menjabat sebagai kepala cabang PT NSP wilayah Malang.

Para CPMI ini sebelumnya mengikuti pelatihan di sebuah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Tangerang selama tiga bulan, sebelum dikembalikan ke PT NSP di Malang.

“Dari hasil penyidikan, ternyata PT NSP tidak memiliki izin untuk mengoperasikan tempat penampungan CPMI,” ungkap Kombes Nanang.

Atas perbuatannya HNR ia dijerat Pasal 351 subsider Pasal 352 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Selain itu, ia juga dijerat dengan Pasal 2 Undang-Undang RI No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan/atau Pasal 69 dan/atau Pasal 71 Undang-Undang RI No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman 15 tahun penjara.

Tersangka DPP dijerat dengan pasal yang sama terkait TPPO.

Kombes Pol Nanang menegaskan penyidikan terus berlanjut, dan pihaknya akan memeriksa LPK di Tangerang yang terkait dengan kasus ini, mengingat PT NSP sudah beroperasi sejak Februari 2024.

“Kami akan terus menggali informasi lebih dalam,” terang Kombes Nanang.

Sementara itu, dari 41 CPMI yang diamankan, 13 orang telah ditempatkan di Rumah Aman (Safe House) Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang, sementara 28 lainnya sudah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Kasus ini menyoroti keseriusan Polresta Malang Kota Polda Jatim dalam menangani kejahatan perdagangan orang.

( Ags )

Berita Terkait

Klinik Bhayangkara Polres Tabanan Layani 19 Pasien dalam Pelayanan Rawat Jalan
Vicon Anev Sitkamtibmas, Wakapolri Tekankan Deteksi Dini dan Respons Cepat Jelang Ramadhan–Idul Fitri
Unit Kamsel Satlantas Polres Bangli Gelar Dikmas Lantas, Perkuat Peran PKS SMAN 1 Kintamani Wujudkan Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas
Polri hadir di pagi hari, untuk memastikan setiap langkah masyarakat menuju aktivitasnya berjalan aman, tertib, dan penuh rasa nyaman.
Sinergitas Polri dan Petani dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional melalui Optimalisasi Perawatan Tanaman Jagung di Wilayah Tembuku”
Unit Samapta Polsek Ubud, melaksanakan patroli pemantauan serta pengecekan daerah rawan tanah longsor dan Pohon tumbang di Wilkum polsek Ubud
Dahan Pohon Serut Patah di Bukit Jati Samplangan, Polisi Sigap Lakukan Penanganan
Polsek Gianyar Dukung Pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis di Desa Bakbakan

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 17:44 WIB

Klinik Bhayangkara Polres Tabanan Layani 19 Pasien dalam Pelayanan Rawat Jalan

Senin, 23 Februari 2026 - 17:43 WIB

Vicon Anev Sitkamtibmas, Wakapolri Tekankan Deteksi Dini dan Respons Cepat Jelang Ramadhan–Idul Fitri

Senin, 23 Februari 2026 - 17:41 WIB

Unit Kamsel Satlantas Polres Bangli Gelar Dikmas Lantas, Perkuat Peran PKS SMAN 1 Kintamani Wujudkan Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

Senin, 23 Februari 2026 - 17:39 WIB

Polri hadir di pagi hari, untuk memastikan setiap langkah masyarakat menuju aktivitasnya berjalan aman, tertib, dan penuh rasa nyaman.

Senin, 23 Februari 2026 - 17:37 WIB

Sinergitas Polri dan Petani dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional melalui Optimalisasi Perawatan Tanaman Jagung di Wilayah Tembuku”

Senin, 23 Februari 2026 - 17:29 WIB

Dahan Pohon Serut Patah di Bukit Jati Samplangan, Polisi Sigap Lakukan Penanganan

Senin, 23 Februari 2026 - 17:28 WIB

Polsek Gianyar Dukung Pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis di Desa Bakbakan

Senin, 23 Februari 2026 - 17:26 WIB

Polres Gianyar Kawal Distribusi Program Makan Bergizi Gratis di Wilayah Tampaksiring

Berita Terbaru